PEKANBARU, kabarmelayu.com -Ditengah situasi sulit seperti saat ini, ada ada saja tingkah Tenaga Harian Lepas (THL) kota Pekanbaru. Hanya dikurangi gaji 17 persen saja, mereka sudah tidak ingin bekerja. Bahkan mengancam pemerintah kota Pekanbaru.
"Sepertinya hanya mereka saja yang bisa membuat Pekanbaru terbebas dari tumpukan sampah," ungkap seorang warga Tampan, Roni kepada wartawan, Ahad(25/12/16).
Gaji mereka itu sudah sangat besar yakni Rp2,6 juta setiap bulannya, dipotong 17 persen jadi Rp2,1 juta. Masih banyak pekerja yang digaji dibawah Rp2 juta dan mereka tidak pernah melakukan aksi seperti itu.
"Jadi menurut saya, Pemerintah harus tegas. Mereka (THL) yang mogok-mogok kerja itu dipecat saja, karena masih banyak orang yang menginginkan pekerjaan sebagai THL Dinas Kebersihan kota Pekanbaru," ungkapnya dengan nada yang cukup tinggi.
Bukan hanya satu orang yang ingin masuk menjadi THL dinas DKP, tapi ratusan orang. Bahkan ada yang membayar jutaan rupiah untuk menjadi pembersih sampah kota Pekanbaru.
"Daripada mereka hanya menyusahkan lebih baik dipecat saja dan cari gantinya, tidak susah kok mencari ganti, " pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan Anto warga Sukajadi yang merasa aneh dengan sikap para THL DKP kota Pekanbaru. Pemerintah kota sudah menyatakan bahwa keuangan daerah mengalami kemerosotan. Sudah seharusnya ada yang dikurangi.
"Yang saya tahu, hampir seluruh dinas sekota Pekanbaru ini mengalami pengurangan anggaran, tapi herannya kenapa pemerintah tidak bisa tegas. Sebagai contoh sebuah perusahaan saja berani berhentikan keryawannya untuk mwnghindari bangkrut tapi kenapa Pemko tidak bisa tegas ada apa," katanya.
Dirinya berharap, pemerintah bisa lebih tegas, sehingga upaya pelayanan masyarakat bisa berjalan optimal. Jangan sampai pemerintah cuma menghabiskan anggaran untuk menggaji mereka yang pemalas dan enggan bekerja.
(riauterkini.com)