Plt BBKSDA Riau Beberkan Hasil Nekropsi Gajah Mati di Bengkalis, Ini katanya

Harijal - Rabu, 15 Desember 2021 09:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/12/9cfc87122021_pltbbksdariaubeberkanhasilnekr.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Plt BBKSDA Riau Beberkan Hasil Nekropsi Gajah Mati di Bengkalis, Ini katanya

PEKANBARU - Pihak Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau, telah selesai melakukan proses bedah bangkai (Nekropsi) terhadap gajah yang ditemukan mati di Bengkalis. 

Gajah nahas itu ditemukan mati di perkebunan warga, Dusun Kayu Api, Desa Koto Pait Beringin, Tualang Muandau, Bengkalis. Dengan hasil kuat dugaan mati akibat tersentrum listrik PLN. Proses Nekropsi ini dipimpin drh Danang, yang melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat (10/12/2021) lalu.

Plt Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara, dalam keterangannya, Selasa (13/12) mengatakan, dari hasil identifikasi, didapat bahwa gajah tersebut berjenis kelamin betina. Dengan usia kurang lebih 25 tahun.

Kemudian, gajah tersebut merupakan induk dewasa caling hanya terdapat pada bagian sebelah kiri dan merupakan bagian dari sub populasi gajah Giam Siak Kecil.

Fifin mengungkapkan, dari laporan tim medis yang turun bahwa dari pemeriksaan fisik bagian luar tidak ditemukan tanda tanda keracunan atau kekerasan. Kemudian, kondisi bangkai sudah mengalami kaku mayat dan terdapat timbunan gas pada bagian perut dengan posisi rebah pada bagian kanan.

Kemudian, pada bagian rongga mulut terutama lidah serta langit - langit rongga mulut (palatum durum, palatum mole) ditemukan luka melepuh/terbakar dengan penampang yang luas, pada pemeriksaan organ dalam semuanya terlihat normal. 

Selanjutnya, pantauan tim medis melihat dari kondisi/ukuran uterus/rahim yang belum kembali ke ukuran semula (involusi uteri) serta kondisi ambing (kelenjar susu) yang masih berproduksi/menyusui.

“Tim medis mengindikasikan bahwa individu tersebut memiliki anak,” jelas Fifin.

Dari hasil pemeriksaan tim medis itu, bahwa penyebab kematian Gajah diduga karena tersengat aliran listrik PLN. Hal ini diperkuat dengan adanya luka melepuh pada rongga mulut.

“Jadi indikasinya gajah tersebut mengginggit kabel PLN serta ditemukan adanya bekas gigitan pada kabel PLN tersebut,” terang Fifin.

Tindakan selanjutnya, paska dilakukan proses Nekropsi. Tim dilapangan langsung melakukan proses penguburan bangkai gajah dikuburkan di areal perkebunan tempat ditemukannya satwa tersebut.

Disisi lain, jelas Fifin, untuk anak gajah yang mati diketahui terpantau 4 hari yang lalu dalam kelompok gajah Giam Siak terdapat 2 anakan gajah yang selalu bersama.

“Dimungkinkan terdapat satu indukan lain yang dapat membantu menyusui anak gajah yang mati tersebut. Tim Balai Besar KSDA Riau bersama RSF-HIPAM akan menelusuri lebih lanjut,” pungkasnya. (MCR)

Berita Terkait

Lingkungan

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Lingkungan

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Lingkungan

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Lingkungan

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Lingkungan

Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Lingkungan

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan