Turunkan 4 Alat Berat, Sungai Bangko yang Tersumbat akan DinormalisasiTurunkan 4 Alat Berat, Sungai Bangko yang Tersumbat akan Dinormalisasi

Harijal - Kamis, 04 November 2021 09:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/11/23da34112021_turunkan4alatberatpekandepan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar ketika diwawancara wartawan di Pekanbaru.

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) dan stokeholder terkait membahas normalosasi Sungai Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang mengalami penyumbatan. 

"Tadi kami membahas normalisasi sungai Bangko yang mulai rusak, yang sepertinya mengalami penyumbatan," kata Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, Rabu (3/11/2021) di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau. 

Karena sungai Bangko mengalami penyumbatan, lanjut Gubri, berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar sungai, khususnya nelayan yang sulit mencari sumber mata pencarian. 

"Selama ini sungai Bangko ini sebagai sumber kehidupan masyarakat nelayan. Tadi saya sampaikan bahwa saya dilahirkan di Jumrah, saya sekolah di Bagansiapiapi. Setiap saya pergi sekolah ke Bagan lewat sungai Bangko itu," ungkapnya. 

"Sekarang sungai Bangko tidak bisa dilewati, sudah dipenuhi oleh rumput-rumput. Dan itu pada waktu hujan selalu banjir. Kemudian pendapatan masyarakat khususnya nelayan hampir tidak ada sama sekali," sambungnya. 

Atas kondisi itu, lanjut mantan Bupati Siak dua periode ini, maka pemerintah harus hadir mengatasi permasalahan itu. 

"Memang untuk mengatasi persoalan ini secara cepat tidak mungkin, terlalu panjang karena ada 44 kilometer. Tapi setidaknya yang kita lakukan normalisasi dulu. Tadi disebut oleh pak Nurul Huda akademisi, paling tidak 7 kilogram sudah dibuka dan sudah ada sumber kehidupan, sehingga paling tidak bisa mengobati hati nelayan, karena selama ini tidak pernah ditangani," terangnya. 

"Tadi kami sudah sepakat dengan BWSS, nanti kita keroyok sama-sama. Nanti mereka menyiapkan alat dua, dan kita siapkan dua. Kemudian nanti ponton kita minta bantu dari perusahaan," terangnya. 

Ditanya kapan normalisasi sungai Bangko dilakukan, Gubri mengatakan, normalisasi sungai Bangko akan dimulai pada pekan depan tanggal 9 November mendatang. 

"Tadi sudah saya targetkan mulai Selasa depan sudah mulai dikerjakan normalisasi sungai Bangko," pungkasnya. (MCR)

Berita Terkait

Lingkungan

Majelis Hakim PN Cibinong Dituding Menjadi Benteng Pembungkaman Pers

Lingkungan

PDAM Tirta Siak Dievaluasi, Perkuat Pengelolaan

Lingkungan

Skema Iuran UHC Riau Dievaluasi, Hak Peserta JKN Tetap Prioritas

Lingkungan

Gelapkan Uang Penjualan 12 Ekor Sapi Kurban, Pria di Pekanbaru Diciduk

Lingkungan

Empat Kecamatan Dukung Munawar Rosidi Sebagai Panglima Tameng Adat LAMR Bengkalis

Lingkungan

Mayat Pemuda Ditemukan Tergeletak di Tepi Sungai Indragiri