Bupati Siak: Meski Suasana Pandemi, Program Siak Hijau Tetap Jalan

Harijal - Rabu, 15 September 2021 13:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/09/210760092021__2006_bupatisiakmeskisuasanapandemiprogramsiakhijautetapjalan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

SIAK, Kabarmelayu.com - Bupati Siak Alfedri tetap komitmen mewujudkan kabupaten Siak Hijau. Pengembangan kabupaten ini mengutamakan nilai konservasi dan restorasi di lahan gambut sebagai tindak lanjut dari program Siak Hijau.

“Kabupaten Siak ini mempunyai nilai kekayaan gambut terbesar di Sumatra, tentu saja pengembangan kita ke depan terhadap restorasi lahan gambut ini,” kata Alfedri, Selasa (14/9/2021).

Alfedri menjelaskan, 57 persen dari total wilayah kabupaten Siak merupakan lahan gambut. 21 persen dari total lahan gambut itu merupakan lahan gambut dengan kedalaman 5-12 meter.

“Salah satu fokus dari perwujudan visi lestari yang kami cantumkan dalam visi misi kami, yaitu fokus pada komoditas unggulan kabupaten serta upaya untuk mengatasi dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan,” ujar Alfedri.

Ia melanjutkan, sejak 2018 lalu kabupaten Siak telah bergabung menjadi anggota forum kolaborasi pembangunan berkelanjutan yaitu Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Sejak itu Pemkab Siak melihatkan komitmennya secara nasional dalam menjaga kelestarian alam melalui deklarasi Siak Hijau.

“Kebijakan ini telah kita tuangkan ke dalam Peraturan Bupati nomor 22 tahun 2018 tentang inisiatif Siak Hijau yang berfokus pada konservasi, perkebunan, industri dan permukiman,” kata dia.

Lebih lanjut Alfedri menerangkan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam melalui deklarasi Siak Hijau. Meski saat ini masa pandemi Covid 19, tindak lanjut program Siak Hijau tetap diwujudkan.

“Perwujudan Siak Hijau pada masa pandemi Covid-19 ini tentu dengan berbagai inisiatif, seperti mendorong masyarakat kampung untuk memanfaatkan ekosistem lingkungan tanpa merusak lingkungan,” imbuhnya.

Saat ini paradigma masyarakat Siak sudah berangsur berubah dari cara membuka lahan dengan bakar sekarang tanpa membakar. Kemudian memanfaatkan lahan kosong untuk tanaman pangan dan hortikultura.

“Lahan yang bisa dimanfaatkan untuk ekowisata juga mulai bermunculan. Seperti di kampung Dayun, masyarakat bersama pemerintahan kampungnya memanfaatkan embung untuk Karhutla menjadi destinasi, saat ini sangat berkembang,” terangnya.

Diketahui, 57 persen total wilayah kabupaten Siak adalah wilayah gambut. Luas kawasan hutan alami 159,048 Ha atau 19 persen. Produktifitas sawit 2.756 ton per hektar per tahun, karet 0, 867 ton per hektar per tahun dan kelapa 7.835 ton per hektar per tahun.(hms/inf)

Berita Terkait

Lingkungan

PERHATI-BKL Gelar Pelatihan Dokter Cilik di UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun

Lingkungan

Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Seorang Pria di Teluk Meranti Diringkus Polisi

Lingkungan

Babinsa 0321-05/ RM Dampingi Petani Perawatan Jagung Di Bangko Sempurna

Lingkungan

Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat Pimpin Sertijab Dirlantas dan Kapolresta Pekanbaru

Lingkungan

Operasi Gabungan di Kampung Narkoba Pekanbaru, Enam Pria Terjaring

Lingkungan

Bupati Afni Masuk 15 Kepala Daerah Penerima Penghargaan BAZNAS RI 2026