Merespon Keluhan Nelayan, Sarana Pabrik Es dan TPI di Dumai Ditingkatkan

Harijal - Sabtu, 14 Agustus 2021 11:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/08/1a2d11082021_meresponkeluhannelayansaranapa.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi nelayan Riau

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau tingkatkan sarana dan prasarana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dumai, termasuk pabrik es guna mendukung kegiatan para nelayan.

Saat ini, meski dalam keterbatasan, TPI dan pabrik es di wilayah pesisir timur Riau sudah mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp450 juta pertahunnya. 

Demikian dikatakan Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Biro Ekonomi Setdaprov Riau, OK Muhammad Doni, Sabtu (14/8/21).

Menurut Doni, peningkataan sarana dan prasarana TPI dan pabrik es tersebut, sudah disampaikan dan sedang dilakukan perhitungan kebutuhan bersama bidang terkait di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau. 

"Alhamdulillah, apa yang dikeluhkan nelayan sudah direspon. Insya Allah tahun depan sudah tingkatkan lagi. Karena bagi nelayan, saat melaut harusnya bisa empat sampai lima hari, tapi tak bisa karena kualitas esnya," kata OK Doni. 

Mantan pejabat Humas Setdaprov Riau ini belum bisa merincikan berapa kebutuhan guna mendukung pemaksimalan pabrik es serta sarana yang ada di TPI. 

Namun, diharapkan nantinya jika sarana dan prasarana sudah sesuai diharapkan nelayan. Tak hanya berkualitas pada hasil ikan tangkap. Tapi juga berdampak pada meningkatnya PAD dari sektor perikanan tersebut. 

Lanjut OK Doni lagi, es-es balok yang dihasilkan dari pabrik itu, ternyata tak hanya untuk membekukan ikan selama melaut. Ternyata juga digunakan untuk berbagai kebutuhan oleh sektor usaha dan masyarakat lainnya di Dumai.

Banyaknya permintaan ditengah keterbatasan pabrik mencetak es balok yang berkualitas bisa bertahan lama juga menjadi persoalan.

 "Jadi tak hanya nelayan, es-es balok yang dihasilkan di pabrik ini juga permintaan dari berbagai usaha masyarakat lainnya. Kalau sarana dan prasarananya sudah diringkatkan, selain lebih banyak menghasilkan es, es yang dicetak juga bisa berkualitas tahan lama," papar OK Doni lagi.(MC)

Berita Terkait

Lingkungan

Sempat Membaik, Udara Pekanbaru Kembali di Level Berbahaya Sore Ini

Lingkungan

Kemenperin dan Komisi VII DPR Gelar Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan Wira Usaha Baru di Pekanbaru

Lingkungan

Donald Trump Jadikan Nama 'Mohammad' Sebagai Bahan Lelucon

Lingkungan

Bupati Herman Hadiri Pengukuhan Pengurus DPC PKB Inhil 2026–2031

Lingkungan

Soal Penanganan Karhutla, TNI Diminta Hadir dengan OMSP Terencana

Lingkungan

Pengurus Pramuka Kwarran Limapuluh 2026-2029 Dilantik ‎