Ibu Zaman Now Bisa Rogoh Ratusan Juta untuk Hamil & Bersalin

Harijal - Minggu, 21 Juli 2019 14:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/07/83c90b072019_untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
REUTERS / Kim Hong-Ji
Foto: Relawan merawat bayi yang ditinggalkan di dalam kotak bayi di Gereja Komunitas Jusarang di Seoul, Korea Selatan, 18 Desember 2018.

JAKARTA - Kelahiran buah hati menjadi momen yang ditunggu bagi setiap pasangan. Tak heran, ada yang bisa merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk momen ini.

Salah satunya adalah Ade Safrina Nasution yang sudah menghabiskan lebih dari 100 juta mulai dari awal kehamilan hingga melahirkan. Pemeriksaan dimulai saat cek ke dokter pertama kalinya.

"Setelah mengetahui saya hamil waktu itu (usia kandungan) 4 minggu langsung ke dokter obgyn untuk cek keadaan janin. untuk USG sekali datang Rp 600 ribu per USG per kedatangan," katanya.

Biaya itu belum termasuk jika ada tambahan vitamin yang diresepkan oleh dokter. Harga vitamin tersebut sekitar Rp 300 sampai Rp 500 ribu. Vitamin berupa penguat rahim ini biasanya diberikan untuk usia kandungan 0-3 bulan atau trimester pertama.

"Nanti ketika usia kandungan 3-6 bulan, sampai 9 bulan, ada vitamin lainnya. Biasanya harganya berkisar Rp 200-300 ribu," tambahnya.

Biaya lainnya adalah, ketika calon ibu mendaftar beberapa kelas khusus ibu hamil. Misalnya kelas yoga, senam hamil dan lainnya. Biayanya beragam mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

"Hypnobirthing misalnya, itu Rp 2 juta untuk dua kali sesi pertemuan. INi biasanya di bulan kedelapan kehamilan," ujarnya lagi.

Biaya ini akan semakin membengkak saat proses melahirkan, apalagi dengan operasi secar. Setiap Rumah Sakit berbeda dalam pemberlakuan biaya tersebut. Ade mengatakan, saat itu dia merogoh kocek hingga Rp 44-45 juta.

"Ada tambahan biaya jika ada suster yang datang untuk mengajarkan perawatan merawat bayi selama 2 minggu. Biayanya bertambah Rp 2-3 juta," katanya.

Biaya akan bertambah jika mengandalkan jasa Baby sitter atau perawat bayi setiap harinya. Apalagi jika orang tua bekerja, maka ini menjadi pilihan. Dia menyebut, jasa baby sitter saat ini sekitar Rp 1,8 juta. 

Biaya lainnya adalah diadakannya syukuran, yang biasanya dibarengi dengan pengajian. Belum lagi jika ada syukuran dalam bentuk aqiqah atau potong kambing. Pengajian dan Aqiqah ini bisa menghabiskan biaya hingga Rp 10 juta.

Sementara itu, jika mengikuti adat istiadat budaya jawa, ada yang disebut tedak siten atau upacara turun tanah. Bayi berusia 8-9 bulan akan menyambut hari-hari menapaki tanah untuk pertama kalinya.

"Biayanya beragam. Kalau dengan pemandu adat bisa Rp 10-15 juta," tuturnya.

Adapun jika dirinci biaya yang dikeluarkan sang ibu sejak hamil hingga bersalin adalah sebagai berikut; 

USG  Rp 7,2 jutaVitamin dan obat Rp 3,8 jutaYoga Rp 1,5 jutaHypnobreathing Rp 2 jutaPengajian bulanan Rp 5 jutaMitoni 7 bulanan Rp 20 jutaBiaya Bersalin Rp 45 jutaAkikah  Rp 10 jutaTurun Tanah Rp 15 jutaBaby Sitter Rp 21,6 juta (12 bulan awal)Jumlah keseluruhannya adalah 131 juta. 

Biaya ini berbeda jika melahirkan dengan cara normal dan menggunakan fasilitas asuransi. Wanti Puspa misalnya, JIka dihitung, mulai dari kehamilan hingga melahirkan, dirinya merogoh kocek tak sampai Rp 40 juta.

Wanti Puspa puspa misalnya, hanya merogoh kocek Rp 5-7 juta saat proses melahirkan. Dia juga tidak mengandalkan baby sitter dalam merawat bayinya. "Waktu itu mahal setelah melahirkan, karena anak saya sedikit bermasalah. Biaya perawatan per hari Rp 1 juta," ujarnya.Biaya kehamilan dan melahirkan memang tidaklah murah. Untuk itu diperlukan persiapan khusus dalam menyambut buah hati. Seorang Ibu Hamil yang juga karyawan swasta lainnya, Desa Apridini menyarankan untuk menyisihkan sebagian kecil gaji sebagai persiapan.

"Saran, menyisihkan gaji Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta minimal untuk cek kehamilan," tutupnya.

(cnbcindonesia.com)

Berita Terkait

Lifestyle

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Lifestyle

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Lifestyle

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Lifestyle

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Lifestyle

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Lifestyle

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru