Band Metal Beranggotakan 3 Gadis Ini Tampil Beda dengan Berhijab

Harijal - Kamis, 16 Agustus 2018 15:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/08/5e39c1082018_0000untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Mvslim)
Band metal Voice of Baceprot

MENGGUNAKAN hijab memang sudah menjadi kewajiban bagi semua wanita Muslim. Walau berhijab, tiga remaja asal Garut membuktikan kalau mereka bisa tetap berkarya.

Okezone melansir dari Mvslim, Selasa (14/8/2018), tiga remaja ini membentuk band metal. ‘Voice of Baceprot’ (VoB), yang berarti ‘berisik’ dalam bahasa Sunda. Band metal asal Indonesia ini dibentuk pada tahun 2014 dan terdiri dari Fridda Kurnia, Euis Siti dan Widi Rahmawati.

Mereka telah mendapatkan banyak perhatian sejak mereka mulai membuat band musik, karena pilihan gaya musik, serta gaya berpakaian mereka yang mengenakan jilbab. Karena biasanya band metal identik dengan baju serba hitam, tato, dan pergaulan bebas.

Fridda memainkan gitar dan sekaligus menjadi vokalis, Euis Siti memainkan drum dan Widi memainkan bass. Ketiga gadis itu bertemu di sekolah, tak disangka ketiganya menyukai genre musik metal lalu mereka pun berteman. Mereka memutuskan untuk membentuk band VoB dengan dukungan guru musik sekolah mereka.

Musik yang mereka mainkan tidak hanya dalam bahasa Sunda tetapi juga dalam bahasa Inggris. Band ini telah meng-cover beberapa lagu dari System of A Down, Rage Against The Machine dan Metallica. Gadis-gadis berbakat ini juga menulis sendiri lagu mereka.

Sebagian besar waktu lagu-lagu yang mereka tulis adalah tentang isu-isu yang sedang hangat mengenai anak-anak muda di masyarakat Indonesia. Selain itu, mereka membuat lagu tentang keadaan pendidikan berjudul ‘School of Revolution’.

Pada awalnya mereka harus menghadapi pertentangan dari beberapa orang di sekitar mereka. Termasuk dari beberapa anggota keluarga mereka. Namun, tiga gadis ini tetap bermain musik. Kini, empat tahun sudah VoB berkarir, mereka sudah begitu populer.

Tak hanya tampil di panggung-panggung pentas seni saja, kini mereka tampil di televisi nasional di Indonesia. Kurnia mengatakan kepada National Public Radio bahwa dia berharap suatu hari nanti mereka akan mendapatkan kesempatan untuk bermain di Inggris dan Paris dan karier musik mereka menjadi lebih sukses. Kurnia juga berharap mereka dapat menjadi inspirasi generasi muda.

(okezone.com)

Berita Terkait

Lifestyle

Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua

Lifestyle

Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi

Lifestyle

Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan

Lifestyle

DK PWI Pusat Desak Riau Pos Grup Bayar Hak Eks Karyawan

Lifestyle

Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai

Lifestyle

Pastikan Keamanan Stok Beras, Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog di Sumut