Diet Gula Malah Bikin Berat Badan Naik, Masa Sih?

Harijal - Jumat, 25 Mei 2018 23:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/05/2fce2b052018_0000aauntitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Shutterstock)
Ilustrasi Gula.

SEBAGIAN besar masyarakat percaya bahwa gula adalah penyebab utama diabetes. Pasalnya, penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes dapat diidentifikasi pertama kali dengan bau manis pada air seni. Urin akan menjadi manis dan bergula dan menandakan kadar gula darah yang tinggi.

Melansir theconversation, Seiring waktu, perawatan diabetes telah berfokus pada makanan,terutama menghindari gula dan makanan manis untuk membatasi kadar gula darah yang tinggi. Banyak perdebatan tentang jumlah dan ambang gula serta perannya dalam diabetes.

Sebagaimana diketahui, Diabetes tipe satu adalah penyakit autoimun, di mana genetika dan faktor lingkungan berinteraksi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan gula dapat memainkan peran dalam pengembangan diabetes tipe 1. Sementara untuk diabetes tipe 2, pada prinsipnya, mempengaruhi atau mempercepat perkembangan penyakit tergantung pada pola konsumsi.

Sebagian besar masyarakat percaya gula adalah sukrosa (campuran glukosa dan fruktosa). Kesalahpahaman paling umum adalah glukosa darah berasal hanya dari gula makanan, padahal hampir semua gula dalam tubuh, termasuk darah, berbentuk glukosa. Salah satu dari banyak gula termasuk dalam keluarga karbohidrat.

Penelitian menunjukkan bahwa diet gula yang tinggi menyebabkan penambahan berat badan yang cepat, dan merusak kemampuan tubuh untuk secara efektif mengatur glukosa darah. Efek ini disebabkan oleh fruktosa yang merupakan komponen sukrosa dan bukan glukosa.

Pada manusia, diet tinggi gula juga telah terbukti meningkatkan berat badan serta faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular. Tetapi, efek ini hanya terjadi ketika kalori tidak terkontrol.

Selain itu, penelitian observasional telah gagal menunjukkan hubungan yang berbahaya antara gula diet dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 telah muncul melalui peningkatan berat badan. Orang yang lebih gemuk akan makan lebih banyak hal (tidak hanya gula dan kalori ekstra) dari nutrisi apa pun yang menyebabkan penambahan berat badan.

Belakangan ini perdebatan telah beralih ke minuman manis, seperti minuman bersoda. Gula dalam minuman kurang kenyang dibandingkan gula dalam makanan padat, hal ini dapat mendorong Anda untuk makan lebih banyak.

Minuman manis telah dikaitkan dengan diabetes tipe 2, terlepas dari kegemukan tubuh. Namun, jus buah belum dikaitkan dengan diabetes tipe 2 meski memiliki kandungan gula yang sama dengan minuman bersoda.

(okezone.com)

Berita Terkait

Lifestyle

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Lifestyle

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Lifestyle

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Lifestyle

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Lifestyle

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Lifestyle

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru