SEMUA ibu tentu mengharapkan kondisi yang sempurna pada anaknya saat dilahirkan. Namun, tidak semua para ibu beruntung mengalami hal tersebut. Pasalnya, ada beberapa kasus di mana para ibu harus rela menghadapi kenyataan jika ada kekurangan pada anaknya. Meskipun demikian, sang ibu akan tetap berusaha melakukan yang terbaik agar anaknya bisa hidup normal seperti anak lainnya.
Hal ini yang dilakukan oleh Vanessa Holger. Saat melahirkan pada bulan Augstus lalu, ia mendapati putra kecilnya yang ia beri nama Camdyn lahir dengan gangguan pendengaran taraf sedang sampai berat. Karena tidak tega dengan keadaan bayi mungilnya tersebut, Vanessa memasangkan alat bantu dengar kepada Camdyn.
Saat dipasang alat bantu dengar, bayi tampan Camdyn menyiratkan ekspresi wajah yang kebingungan. Tak lama, ia pun mulai menyesuaikan diri dengan suara-suara yang masuk ke dalam telinganya. Sesaat kemudian, wajahnya berubah menjadi gembira saat mendengar suara ibunya, Vanessa, menyapanya. Beruntung, momen mengharukan tersebut sempat terekam kamera.
“Momen tersebut sangat spesial dan mengagumkan,” ucap Vanessa, seperti dilansir dari Dailymail (13/01/2018).
Vanessa juga menceritakan saat ia melahirkan baby Camdyn. Ia mengatakan bahwa Camdyn terlahir sebagai bayi yang sehat, namun ternyata bayi mungil itu gagal dalam pemeriksaan pendengaran. Padahal, Vanessa mengaku bahwa ia tidak memiliki riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga. Hanya saja, saat melahirkan, ibu dua anak ini memiliki penyakit diabetes langka bernama Maturing Onset Diabetes of the Young (MODY).
Ia pun meyakini bahwa penyakit tersebutlah yang memengaruhi kondisi Camdyn saat masih di kandungan. Sebab, menurut Centers for Disease Control and Prevention, pengelolaan diabetes yang buruk selama kehamilan dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan masalah lainnya bagi bayi.
Biasanya, tingkat kebutuhan insulin wanita bisa turun sampai akhir trimester pertama, namun akan meningkat selama usia kehamilan sudah di pertengahan sampai akhir.
“Tingkat gula darah saya meningkat selama kehamilan. Saya harus memberikan suntikan insulin di pagi hari, di malam hari, dan sebelum saya mengonsumi makanan apapun,” kata Vanessa.
Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, dua sampai tiga persen anak-anak di AS terlahir dengan gangguan pendengaran sensorineural. 75 persen di antaranya disebabkan oleh penyakit diabetes.
(dno/okezone)