Field Trip FKI 2017, Ini Ungkapan Sjaak Dekleen Delegasi Dari Belanda

Harijal - Senin, 11 September 2017 21:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/09/da3e45092017_00000fieldtripfki2017i.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
aditya
Sjaak Dekleen, delegasi dari Belanda mencoba mengupas sabut kelapa.

TEMBILAHAN, kabarmelayu.com - Pada Field Trip yang dilaksanakan sebagai salah satu agenda kegiatan dalam Festival Kelapa Internasional (FKI) Tahun 2017, Bupati Inhil HM Wardan dan para delegasi Asian Pacific Coconut Community (APCC) mengikuti kegiatan panen kelapa bersama warga di Parit Tanjung Pasir, Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling, Senin (11/09/2017) pagi.

Sebelum proses memanen dimulai, Bupati Wardan tidak lupa mengajak peserta dan para delegasi untuk memperagakan salam khas, salam lima jari "salam kelapa". 

"Salam kelapa, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kelapa yang ada di sana langsung kita hanyutkan," ujar Bupati Inhil memulai proses menghilirkan kelapa yang disambut riuh meriah delegasi dan masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan.

Setelah kelapa hanyut dari hulu ke hilir menuju tempat yang telah dipersiapkan, kelapa yang berada di dalam kanal selanjutnya dinaikkan ke darat dengan cara ditombak untuk dimasukkan kedalam ambung atau keranjang yang biasanya disandang di punggung.

Dalam proses menikkan kelapa dari kanal, Bupati Inhil pun tak mau ketinggalan mencoba proses menombak kelapa tersebut, bersama Direktur Eksekutif APCC Mr. Uron N. Salum dan delegasi negara lainnya, Bupati Inhil dengan cekatan menombak kelapa di permukaan kanal.

Setelah ambung terisi penuh, selanjutnya kelapa dibawa ke tempat proses menyolak atau mengupas untuk kemudian diolah dengan dibawa ke pabrik.

Hampir seluruh delegasi dari berbagai negara tampak mencoba proses menyalak tersebut, seperti delegasi dari India yang tampak mahir dalam menyalak, begitu juga Edy Hariyanto Sindrang yang turut hadir dan tampak mahir melakukan proses tersebut.

Dalam kesempatan ini, dikatakan Wardan, dibawanya para tamu dari luar ini ditujukan untuk melihat langsung perkebunan kelapa dan menyaksikan kehidupan masyarakat yang bertani kelapa. 

"Itulah kehidupan masyarakat kita,  tempat yang kita kunjungi ini bukan tempat yang baik, masih ada yang lebih baik,  kita bisa ke Pulau Nurung,  di sana perkebunan sudah tertata dengan baik,"katanya.

Namun demikian, tamu yang dibawa Bupati Wardan itu merasa sangat puas dan senang telah berada dan menyaksikan langsung proses panen kelapa, seperti yang diungkapkan delegasi dari Belanda, Sjaak Dekleen, yang merasa sangat senang dengan perjalanan menuju kebun kelapa masyarakat serta bisa mengikuti dan mencoba setiap tahapan memanen kelapa. 

"Saya sangat bahagia melihat antusias masyarajat di sini, mungkin saya akan kembali, dan saya akan menceritakan kepada orang-orang di negara saya," ujarnya. (zak)

Berita Terkait

Lifestyle

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Lifestyle

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Lifestyle

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Lifestyle

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Lifestyle

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Lifestyle

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru