BEM UR Bersama Publik Melawan Karhutla Soroti Kongkow-Kongkow diduga Polisi Dengan Pembakar Lahan

Harijal - Jumat, 02 September 2016 08:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/09/1d09c3092016_riaueditor_bemuniversitasriaubersamapublikmelawankarhutlasorotikongkowkongkowdidugapolisidenganpembakarlahan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto yang beredar di media sosial.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau bersama Publik Melawan Karhutla (Walhi, Bahana Mahasiswa Universitas Riau, Jikalahari, Fitra Riau, LBH Pekanbaru, Riau Riset Center dan Pakar Lingkungan Hidup Dr Elvriadi) menyoroti foto diduga jajaran polisi di Riau kongkow-kongkow dengan pengusaha pembakar hutan dan lahan.

Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau seharusnya fokus memndalami kasus pembakaran hutan dan lahan di Riau yang telah meresahkan masyarakat Riau selama 19 tahun. Dalam mejalni tugas dan fungsinya, Polda Riau seharusnya menjunjung tinggi etika dalam istitusi Kepolisian, bukan melakukan tindakan yang mempermalukannya.

Foto ini beredar di media sosial. Di foto itu adalah terlihat Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Toni  Hermawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Rifai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Surawan, dan beberapa Polisi dijajaran Polda Riau lainnya "kongkow-kongkow" bersama Bos  PT. Andika Permata Sawit Lestari (APSL) yang saat ini lahannya terbakar hebat di Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

Foto tersebut, memunculkan dugaan bahwa ada permainan dari kongkow-kongkow tersebut antara aparat penegak hukum dengan pihak perusahaan. Temasuk  dibalik penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan/Penyelidikan (SP3) terhadap 15 Perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau tahun 2015 lalu.

Jelas bahwa munculnya foto tersebut telah melukai 6 juta Rakyat Riau korban asap, khususnya 300 Kepala keluarga di Kabupaten Rohul dan Rohil yang harus mengungsi karena asap dari kebakaran yang terjadi di lahan PT APSL.

"Kami merasa bahwa kongkow-kongkow yang dilakukan polda Riau ini bersama Pengusaha PT. APSL untuk mengamankan posisi perusahaan terkait Permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau. Atas dasar kekecewaan dan duka Rakyat Riau," kata Presiden Mahasiswa BEM UR, Abdul Khair.

Atas dasar kekecewaan dan duka Rakyat Riau, maka BEM Universitas Riau menunutut dengan tegas :

1. Menuntut Presiden Jokowi segera bentuk tim Independen untuk menyelidiki penerbitan SP 3 15 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan di Riau yang kami nilai sangat tidak layak.

2. Menuntut Kapolri Copot Aparat Polda yang terlihat di foto yang sedang kongkow-kongkow bersama Bos  PT. APSL.

3. Mnuntut Kapolri copot Kapolda Riau selaku orang yang bertanggung jawan dalam hal ini kami nilai sangat tidak tidak optimal dalam menjalankan tugasnya.

Jika dalam waktu dekat tuntutan dari BEM Universitas Riau tidak di penuhin dalam waktu 3 hari maka kami akan melaksanakan Aksi Massa untuk menuntut hal sebagaimana dimaksud.

Pihak Polda Riau seharusnya fokus mendalami kasus pembakaran hutan dan lahan yang telah meresahkan masyarakat selama 19 tahun ini. Dalam menjalani tugas dan fungsinya Polda Riau seharusnya menjunjung tinggi etika dalam Institusi Kepolisian, bukan melakukan tindakan yang mempermalukannya. (*rls)

Berita Terkait

Lifestyle

Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan

Lifestyle

DK PWI Pusat Desak Riau Pos Grup Bayar Hak Eks Karyawan

Lifestyle

Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai

Lifestyle

Pastikan Keamanan Stok Beras, Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog di Sumut

Lifestyle

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis dan Petani Antisipasi Dampak Musim Demi Menjaga Produksi Jagung

Lifestyle

Menjelajahi Sisi Lain Indonesia Jadi Tren Baru Liburan Musim Panas Wisatawan Asing