Tempat-Tempat Terdamai di Bumi, Salah Satunya Kuil Jalaluddin Rumi

Harijal - Selasa, 13 Juni 2017 05:41 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/06/8e66f0062017_0000tempattempatterdamai.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

Harmoni antar pemeluk agama yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim alaihis salam sejak ribuan tahun lalu diabadikan dalam berbagai monumen perdamaian di belahan dunia, dari Asia, Afrika, Eropa hingga Amerika Utara. 

Berikut rangkuman tempat-tempat bersejarah tersebut dari muslim.com: 

1. Gereja Suci Sepulchre, Yerusalem 

Kota Tua yang menyimpan sejarah perkembangan tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi menjadi tempat monumental bagi Gereja Sepulchre. Lantaran terletak di situs tempat penyaliban, makam sekaligus kebangkitan Yesus Kristus yang dijaga oleh klan Muslim Palestina Nuseibeh dan Joudeh. 

Meski areanya dikuasai keluarga Muslim, pendirian gereja di atas lahan tersebut disepakati bersama lima aliran agama Kristen, seperti Katolik Roma, Ortodoks Yunani, Ortodoks Armenia, Ortodoks Koptik dan Suriah serta Ortodoks Etiopia. Sempat terjadi ketegangan antara faksi tersebut terkait manajemen gereja. Dengan niat baiknya justru klan Nuseibeh dan Joudeh membantu kelima aliran tadi untuk mengambil solusi atas pengelolaan gereja secara bersama. 

2.Patung Maimonides, Cordoba, Spanyol 

Kawasan Lapangan Tiberiadus yang terletak di Old Jewish Quarter, Cordoba, Spanyol termahsyur dengan keberadaan patung filsuf Moses Maimonides. Sosok pemikir kaum Yahudi ini dikenal sebagai pemimpin yang menjaga harmoni kehidupan masyarakatnya ketika wilayahnya dalam penguasaan klan Muslim medio tahun 711 dan 1085 Masehi. 

Prinsipnya saat itu kepemimpinannya harus bertoleransi dengan umat agama lain. Itulah yang mengantar Maimonides dalam sejarah emas kaum Yahudi. Selain sukses memimpin umatnya, sosok Maimonides dikenal sebagai penulis kitab-kitab agama Yahudi yang disegani. Salah satu karyanya, kitab hukum Mishneh Torah yang ditulis dalam 14 seri. Sedangkan kitabnya paling terkenal adalah buku Petunjuk Kebingungan (the Guide for Perplexed) yang menggabungkan keseimbangan penerapan ajaran agama serta sekuler. 

Karya-karya inspiratif Maimonides nampaknya tak lepas dari ide filsuf panutannya seperti Plato, Al-Ghazali serta ajaran Sufi. Maka, tepat bila patung Maimonides dikatakan menjadi representasi adanya toleransi penganut Islam dan Yahudi karena adanya keterkaitan pemikiran antara keduanya. 

3. The Tri-Faith Center, Omaha, Nebraska 

Organisasi Tri-Faith Initiative yang berada di Omaha, Nebraska mengembangkan pusat kerukunan umat beragama bernama Pusat Tiga Keyakinan (Tri-Faith Center). Laporan dari KETV menyebutkan bahwa tujuan pembangunan sinagog, masjid, dan gereja di satu area melambangkan pemahaman atas keberagaman keyakinan di dunia serta arti penting proses dialog antarumat beragama. 

"Tri-Faith Center menyambut semua umat beragama dan menjadi model perdamaian di Amerika yang menjanjikan kebebasan beragama," tulis organisasi tersebut dalam websitenya. 

4. Kuil Rumi, Konya, Turki 

Bangunan megah yang berfungsi sebagai museum dan kuil ini selalu ramai dikunjungi setiap tanggal 17 Desember untuk merayakan sang sufi abad ke-13 Jalal ad-Din Muhammad Rumi atau Jalaluddin Rumi. Selain berziarah ke kubur Rumi, pengunjung dapat bernostalgia dengan puisi-puisi sufistiknya yang menggambarkan pluralisme. Salah satunya terpampang di salah satu ruangan, berjudul: "Love is the Master". 

Whoever you may be, come (Siapapun kamu, datanglah) 

Even though you may be 

An infidel, a pagan, or a fire-worshipper, come (Meski kamu bukan penghamba, pagan/pemuja Tuhan, atau pemuja api, datanglah) 

Our brotherhood is not one of despair (Persaudaraan kita tidak berdasarkan salah satunya) 

Even though you have broken (Meski kamu telah jatuh) 

Your vows of repentance a hundred times, come. (Ratusan kali janji-janji pertobatan, datanglah) 

Pesan Rumi dalam puisi tersebut menggambarkan cintanya bukan hanya kepada sesama Muslim, tapi karena cinta sejati sesama umat manusia.

Berita Terkait

Lifestyle

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Lifestyle

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Lifestyle

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Lifestyle

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Lifestyle

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Lifestyle

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru