Kenapa Sih Donat Punya Lubang di Bagian Tengahnya?

Harijal - Senin, 17 September 2018 15:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/09/727ed6092018_0000a5b9f28c9905aailustrasidonat_665_374.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Photo : Pixabay/pixel2013
ilustrasi donat

Donat, camilan lezat ini kini tersedia dalam berbagai berbagai bentuk, ukuran dan rasa. Namun, dari sekian jenis donat, yang paling populer di dunia adalah donat berbentuk cincin klasik dengan lubang di tengahnya.

Nah, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa donat selalu memiliki lubang di tengahnya, dan apa fungsi lubang tersebut?

Ada beberapa teori umum tentang asal-usul lubang di bagian tengah donat. Salah satu yang populer adalah dari pelaut Amerika Serikat, Hanson Gregory yang menciptakan lubang pada donat pada tahun 1847 saat berada di kapal. Demikian dilansir dari Wonderpolis.org, Senin, 17 September 2018.

Kala itu, Gregory yang masih berusia 16 tahun tidak terlalu senang dengan konsistensi roti donat yang disajikan di atas kapal. Meskipun bagian luar dan tepinya renyah, tetapi bagian tengah donat selalu tebal dan berwarna pucat.

Dia pun menyarankan untuk membuat lubang di bagian tengah donat sehingga bagian dalam kue bisa matang merata seperti di bagian luarnya. Para ahli percaya bahwa alasan ini masuk akal, untuk membuat donat matang merata.

Ketika donat digoreng, bagian luar dan tepinya akan matang dengan cepat saat terkena minyak panas. Untuk matang secara keseluruhan, adonan harus digoreng di dalam minyak dalam waktu yang lebih lama, yang akan menyebabkan sisi luarnya menjadi cepat gosong.

Membuat lubang di tengah adonan, bagaimana pun, memungkinkan bagian dalam dan luar donat matang secara merata, dan menciptakan donat yang sempurna.

Bukan hanya itu saja, beberapa orang juga meyakini bahwa terciptanya donat karena donat populer di era yang sama dengan bagel waktu itu.

Tukang roti dan pedagang kaki lima sering menjual bagel yang ditumpuk pada batang panjang atau diikat pada tali panjang. Beberapa orang percaya bahwa lubang di donat memungkinkan mereka untuk dijual dengan cara yang sama seperti bagel.

Selain itu, banyak juga orang yang percaya bahwa lubang pada donat itu memudahkan anak-anak untuk mencelupkannya ke dalam susu.

(viva.co.id)

Berita Terkait

Kuliner

Pertama di Riau, Bupati Herman Resmikan Layar Digi Tembilahan

Kuliner

Pemkab Solok Sambangi TRC 112 Pekanbaru

Kuliner

Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter

Kuliner

Bupati Afni: Keterbatasan Fiskal Tidak Mengurangi Komitmen Pemkab Siak Membangun Daerah

Kuliner

PSPS Ungkap Strategi Jelang Musim 2026-2027

Kuliner

Restorative Justice, Kejari Rohul Bebaskan Tersangka Pencurian dan Pengancaman