UGM Teliti 322 Sambal Khas Indonesia untuk Dibukukan

Harijal - Sabtu, 12 Mei 2018 09:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/05/25af5f052018_0000auntitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
lustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Tim peneliti UGM berhasil melakukan penelitian untuk mengidentifikasi tentang informasi dan resep sambal dari seluruh Indonesia.

Seperti diketahui ada 322 macam sambal yang terdiri dari 257 macam sambal di antaranya digunakan untuk masakan dan hidangan. Lalu, berbagai jenis sambal itu dikelompokkan lagi menjadi sambal mentah 119 macam dan sambal masak 138 macam.

Namun begitu, umumnya bahan utama pembuatan sambal terdiri dari cabai, garam, dan terasi. Dari 257 ragam sambal terdapat 122 variasi bumbu. Adapun bumbu bawang paling banyak digunakan adalah sambal bawang merah, bawang putih, gula kelapa, gula dan minyak goreng.

Prof Mudjiati Garjito selalu ketua tim peneliti menuturkan pendataan sambal ini digunakan untuk mendata dan menyusun profil sambal khas Indonesia yang nantinya akan segera dibukukan. “Seluruh data ini akan kami bukukan,” kata dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM ini dalam seminar nasional kuliner cita rasa pedas ‘Mengungkap Keunikan Kuliner Bercitarasa Pedas” yang dilaksanakan dalam rangka lustrum XI FTP UGM di Balai Pamungkas Yogyakarta, seperti dikutip Sabtu (12/5/2018).

Dekan FTP UGM, Prof. Eni Harmayani, menuturkan sambal sudah menjadi identik sebagai masakan dari Indonesia. Menurutnya, sudah saatnya para pelaku usaha kuliner dan pemerintah perlu mendukung agar sambal bisa dikenalkan ke dunia internasional sebagai simbol masakan khas Indonesia. “Sehingga nantinya sambal menjadi identik dengan Indonesia,” ungkapnya.

Sejarawan UGM, Fadly Rahman, menuturkan salah satu sensasi yang tidak dapat dipisahkan dari kuliner Indonesia adalah cita rasa pedas. Hal ini dibuktikan dari aneka sambal yang bertebaran jenisnya dalam tradisi kuliner lokal.

“Pedas bukan hanya sekadar rasa, namun dapat direfleksikan secara historis sebagai unsur pusaka dalam pembentukan cita rasa kuliner Indonesia,” katanya.

Owner Warung Spesial Sambal (SS), Yoyok Hery Wahyono, mengatakan sambal menjadi salah satu ikon bisnis warung kuliner yang sudah digelutinya sejak 15 tahun terakhir. Ia menyebutkan ada 34 resep sambal yang disajikan di warung SS. Dari menu sambal yang ada tersebut ia terus melakukan perbaikan agar menghasilkan cita rasa pedas sambal yang disukai oleh para pelanggan.

“Dari lima macam sambal yang paling disukai, sambal bawang bisa menghabiskan 1,2 juta porsi per bulannya,” kata alumnus UGM yang menyebutkan warung SS sudah memiliki 84 cabang dan sebagian besar berada di Jawa dan Bali itu.

(okezone.com)

Berita Terkait

Kuliner

Pertama di Riau, Bupati Herman Resmikan Layar Digi Tembilahan

Kuliner

Pemkab Solok Sambangi TRC 112 Pekanbaru

Kuliner

Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter

Kuliner

Bupati Afni: Keterbatasan Fiskal Tidak Mengurangi Komitmen Pemkab Siak Membangun Daerah

Kuliner

PSPS Ungkap Strategi Jelang Musim 2026-2027

Kuliner

Restorative Justice, Kejari Rohul Bebaskan Tersangka Pencurian dan Pengancaman