Waktu yang Tepat Memasukkan Garam saat Memasak

Harijal - Selasa, 28 April 2020 10:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/087910042020_untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Ilustrasi: Garam jadi unsur penting dalam setiap kali memasak. Tapi rupanya, ada waktu-waktu tertentu yang paling tepat untuk membubuhkan garam.

JAKARTA - Garam merupakan perasa paling penting dalam makanan. Menambahkan sedikit garam pada masakan dapat memberikan rasa gurih yang legit di mulut.

Anda dapat memberi garam saat awal memasak, di tengah, atau bahkan di akhir memasak. Namun, ternyata waktu pemberian garam saat memasak ternyata ikut mempengaruhi rasa makanan yang dihasilkan.

Kapan waktu terbaik memasukkan garam dalam makanan?

Untuk mengetahui jawabannya, Cook's Illustrated membuat eksperimen dengan memasak wortel panggang dan sup daging sapi dengan dua cara.

Cara pertama adalah dengan memberi garam saat awal memasak. Sedangkan cara kedua, garam dimasukkan pada akhir proses memasak.

Hasilnya, wortel panggang yang dihasilkan memiliki perbedaan signifikan. Wortel yang diberi garam sebelum dipanggang memiliki aroma dan rasa yang baik. Sedangkan wortel yang dibumbui setelah dipanggang memiliki rasa yang terlalu asin.

Pada sup daging sapi, ketika garam dimasukkan di awal, rasa yang dihasilkan lebih merata dibandingkan saat garam diberikan pada akhir memasak. Sup daging sapi yang diberi garam di akhir memasak juga terasa lebih asin dibandingkan saat diberi awal.

Berdasarkan eksperimen ini, diketahui agar hasil bumbu garam merata, pemberian sebaiknya dilakukan pada awal proses memasak.

Alasannya, garam meresap ke dalam makanan secara perlahan saat dingin. Proses ini dipercepat ketika memasak. Penetrasi garam ke dalam daging akan berlipat ganda saat kenaikan 10 derajat.

Garam bahkan menembus sayuran lebih lambat daripada daging karena tanaman punya dinding yang lebih kaku.

Menambahkan garam saat memasak akan memberi waktu bagi garam untuk meresap ke dalam potongan-potongan makanan. Sedangkan jika memberikan garam pada akhir memasak, maka garam kemungkinan besar masih berada pada lapisan teratas yang langsung mengenai lidah sehingga bakal terasa lebih asin dan tidak merata. 

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Kuliner

Pertama di Riau, Bupati Herman Resmikan Layar Digi Tembilahan

Kuliner

Pemkab Solok Sambangi TRC 112 Pekanbaru

Kuliner

Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter

Kuliner

Bupati Afni: Keterbatasan Fiskal Tidak Mengurangi Komitmen Pemkab Siak Membangun Daerah

Kuliner

PSPS Ungkap Strategi Jelang Musim 2026-2027

Kuliner

Restorative Justice, Kejari Rohul Bebaskan Tersangka Pencurian dan Pengancaman