Warga Bisa Pantau Sebaran Virus Corona Real Time Lewat Portal

Harijal - Senin, 27 Januari 2020 23:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/01/dfce05012020_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi virus Corona. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

JAKARTA - Universitas John Hopkins, Baltimore, Amerika Serikat mengembangkan portal pantauan terkini penyebaran virus corona. Dalam portal tersebut, masyarakat bisa melihat peta penyebaran virus corona secara real time.

Dilansir dari situs John Hopkins, portal tersebut dikembangkan oleh Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins. Situs menampilkan statistik kematian dan kasus infeksi virus corona.

Masyarakat bisa mengakses situs tersebut di sini https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6

Situs ini juga memungkinkan pengguna untuk mengunduh data dengan gratis.

Data tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber, yakni WHO, US Centers for Disease Control and Prevention, National Health Commission of the People's Republic of China, dan Dingxiangyuan, situs jejaring sosial bagi tenaga medis yang menyediakan informasi kasus corona secara real time.

Profesor dari Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins, Lauren Gardner mengatakan portal ini dibuat karena pihaknya menganggap pentingnya situasi mewabahnya virus orona bagi publik.

"Kami pikir penting bagi publik untuk memiliki pemahaman tentang situasi wabah karena terungkap dengan sumber data yang transparan. Untuk komunitas riset, data ini akan menjadi lebih berharga karena kami terus mengumpulkannya dari waktu ke waktu," kata Gardner.

Gardner mengatakan "data kasus tingkat lokal" dari Dingxiangyuan, laporan media, dan otoritas medis setempat dapat membuat langkah preventif terhadap virus yang lebih tepat waktu. Dibandingkan dengan laporan skala nasional yang membutuhkan waktu dari sisi pengumpulan data.

Data-data dari portal ini dapat diunduh di Google Sheet. Data berisi terkait  kasus corona di lebih dari 30 lokasi di China,serta di berbagai negara seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Kolombia, Brasil, Australia, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Sebelumnya China menyatakan jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona bertambah hingga mencapai 80 orang, Senin (27/1). Kematian terbaru dilaporkan berada di Provinsi Hubei, yakni sebanyak 24 orang.

Sementara total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik tajam menjadi 2.744. Dikutip dari AFP, Komisi Kesehatan Nasional China menyebut jumlah orang yang terinfeksi virus mematikan itu naik menjadi 769, setengah dari mereka ada di Hubei, di mana 461 dari mereka dalam kondisi serius.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing

Kesehatan

Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan

Kesehatan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen

Kesehatan

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Kesehatan

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Kesehatan

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi