Beredar Pesan Berantai Air Kelapa Bisa Sembuhkan Batu Ginjal, Benarkah?

Harijal - Sabtu, 19 Oktober 2019 17:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/10/fdabaf102019_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(shutterstock)
Ilustrasi air kelapa

Sebuah pesan berantai berupa testimoni beredar di aplikasi percakapan WhatsApp dan media sosial Facebook. 

Pesan itu memuat testimoni seseorang yang mengklaim berhasil menyembuhkan penyakit batu ginjal dengan mengonsumsi air kelapa. 

Pada unggahan yang kemudian beredar luas itu, air dari kelapa hijau dengan sabut berwarna merah muda dapat disebut dapat menyembuhkan batu ginjal.

Caranya, dengan mengonsumsi air dari kelapa hijau utuh yang telah dipanaskan bersama air mendidih. 

Air kelapa yang telah dipanaskan tersebut kemudian diminum sebelum tidur. Menurut pesan itu, saat buang air kecil pada keesokan paginya, warna air kencing berubah menjadi seperti air susu dan bukan kuning atau cokelat lagi. Si pembuat testimoni mengatakan, dalam dua kali minum, batu ginjal sudah hilang, dan air kelapa hanya boleh dikonsumsi maksimal tiga kali saja.

Benarkah informasi ini? 

Dikutip dari kompas.com, menurut spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi dr Tunggul Situmorang, Sp. PD-KGH dari RS Ciptomangunkusumo, Jakarta mengatakan, terkait hal ini belum pernah ada penelitian yang menjelaskan apakah air kelapa hijau berkhasiat menyembuhkan batu ginjal. 

"Terkait khasiat air kelapa hijau tidak bisa kasih komentar karena belum pernah saya baca ada penelitian tentang itu," kata Tunggul, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/10/2019). 

Ia menyebutkan, dalam dunia kedokteran, apa yang diyakini benar harus berdasarkan fakta atau evidence based medicine (EBM) dan bukan testimoni semata.

Dengan demikian, hasil yang dicapai dari sebuah pengobatan harus jelas terbukti karena memang ada tindakan yang dilakukan, baik itu minum obat atau ramuan khusus. 

Selain itu, hasil tersebut juga akan sama jika diterapkan ke sebagian penderita. 

Tunggul menjelaskan, dalam dunia kedokteran, batu ginjal ada beberapa jenisnya. 

Penyakit ini, menurut Tunggul, dapat diobati dan disembuhkan, bahkan bisa dicegah agar tidak timbul kembali. 

"Hal batu ginjal sangat jelas dalam ilmu kedokteran mulai dari penyebabnya, jenis-jenisnya, proses terjadinya, pengobatannya, dan pencegahannya yang sudah berbasis EBM," kata dia. 

Dokter Tunggul mengimbau agar masyarakat tak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Jika terkait informasi pengobatan dan kesehatan, sebaiknya mengacu pada hasil penelitian yang sahih.

(kompas.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Riau Mulai Masuk Peralihan ke Musim Hujan

Kesehatan

Pemerintah Butuh 464.000 Guru, Pastikan Rekrutmen CPNS Digelar 2027

Kesehatan

Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar

Kesehatan

Antisipasi Karhutla, Babinsa Koramil 0321-05/RM Bersama Warga Patroli Karhutla di Bangko Sempurna

Kesehatan

Dari Pohon Mangrove Jadi Arang, Polda Riau Usut Pidana Perusakan Hutan di Rupat Utara

Kesehatan

Water Bombing Satgas Udara Gempur Karhutla Dua Desa di Inhu