5 Penyebab Infeksi Sinus

Harijal - Rabu, 07 Agustus 2019 15:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/08/54151f082019_untitled11.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Istockphoto/Tharakorn)
Ilustrasi

JAKARTA - Infeksi sinus atau sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada rongga di sekitar hidung. Sinus yang sehat hanya dipenuhi oleh udara. 

Saat terjadi peradangan, muncul lendir yang tidak dapat mengering sehingga menyebabkan rasa sakit. Selain itu, cairan lendir yang menyumbat rongga hidung, juga dapat membuat kuman tumbuh dan menyebabkan infeksi.

Sinusitis dapat terjadi karena beberapa hal. Hindari penyebabnya agar sinus tak terjadi secara berulang. Berikut penyebab infeksi sinus.

1. Tersumbat

Di sekitar hidung terdapat delapan rongga sinus yang terletak berpasangan di sisi kiri dan kanan. Setiap sinus memiliki tempat sempit, yang disebut ruang transisi.

Ruang berupa lubang ini berfungsi sebagai drainase. Jika terjadi penyumbatan dalam transisi dari salah satu sinus, lendir bakal muncul.

2. Septum hidung menyimpang

Septum hidung adalah dinding tipis tulang dan tulang rawan di dalam rongga hidung yang memisahkan dua saluran hidung. Idealnya, septum berada di tengah hidung untuk memisahkan kedua sisi secara merata.

Tapi, pada sebagian orang, septum hidung dapat menyimpang karena genetika atau faktor cedera. Dikutip dari situs kesehatan Web MD, septum yang menyimpang ini adalah penyebab infeksi sinus. Selain itu, ia juga bisa membuat seseorang mendengkur saat tidur.

3. Sinus yang sempit

Beberapa orang juga memiliki variasi dalam anatomi hidung yang membuat rongga sinus lebih panjang atau lebih sempit. Anatomi ini juga dapat memicu infeksi sinus yang memunculkan lendir berlebih.

4. Rongga sinus tambahan

Sekitar 10 persen orang memiliki rongga sinus tambahan. Ini juga dapat mempersempit ruang transisi sehingga memicu munculnya peradangan sinus.

5. Sensitif dan alergi

Beberapa orang juga dapat sensitif terhadap sesuatu hal sehingga menjadi alergi. Misalnya sejumlah makanan dan kondisi lingkungan tertentu.

Kondisi-kondisi itu dapat membuat hidung bereaksi yang dapat mengarah ke pembengkakan atau peradangan. Alergi ini dapat menjadi penyebab infeksi sinus.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Kesehatan

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Kesehatan

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi

Kesehatan

24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang

Kesehatan

Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional POSI IPB

Kesehatan

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang