Tekanan Darah di Pagi, Siang, Serta Malam Hari Ternyata Berbeda, Lho

Harijal - Jumat, 31 Mei 2019 23:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/05/20244c052019_untitled13.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(dok.net)

Kebanyakan orang memeriksakan tekanan darahnya di pagi atau siang hari karena di saat inilah fasilitas layanan kesehatan seperti apotek, puskesmas, atau rumah sakit buka. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, hasil pemeriksaan tekanan darah di pagi, siang, atau malam hari ternyata bisa berbeda-beda lho. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Mengenal fungsi dari tekanan darah

Sebelum jauh membahas tentang perbedaan hasil tekanan darah, sebaiknya kita membahas terlebih dahulu tentang fungsi utama darah di dalam tubuh kita. Darah yang terus bersirkulasi di pembuluh darah yang ada di seluruh tubuh mengangkut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh organ-organ, sistem, dan jaringan agar bisa berfungsi dengan baik. Untuk membuatnya bisa mengalir, maka dibutuhkan tekanan darah.

Jika terjadi gangguan pada tekanan darah seperti tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah, maka sirkulasi darah juga bisa menyebabkan gangguan. Sebagai contoh, jika kita mengalami tekanan darah rendah, hal ini bisa membuat tubuh menjadi lebih mudah lemas dan lesu karena banyak bagian tubuh yang tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi dengan maksimal. Sebaliknya, tekanan darah tinggi bisa memicu dampak yang jauh lebih serius layaknya risiko stroke atau serangan jantung.

Pakar kesehatan dr. Satoshi Hoshide yang berasal dari Jichi Medical University menyebut tekanan darah yang ada di pagi, siang, dan malam hari ternyata berbeda-beda karena berbagai macam faktor. Hanya saja, menurut dr. Satoshi, pengukuran tekanan darah di pagi hari dianggap jauh lebih baik dalam mendeteksi gangguan kesehatan jika dibandingkan dengan pengukuran di malam hari.

Penyebab berbedanya hasil pengukuran tekanan darah di waktu yang berbeda

Pakar kesehatan menyebut di pagi hari, tekanan darah tubuh cenderung turun sebagai konsekuensi dari tubuh yang baru saja menjalankan istirahat. Setelahnya, karena faktor perubahan hormon, ritme sirkadian tubuh, dan aktivitas sehari-hari, tubuh pun mulai menyesuaikan tekanan darah sehingga cenderung semakin meningkat di siang hari.

Puncak tekanan darah terjadi di sore hari dan kemudian kembali menurun saat malam hari demi menyiapkan tubuh untuk kembali beristirahat.

Normalnya, tekanan darah tubuh berada di bawah 120/80 mmHg. Jika lebih tinggi dari angka tersebut, maka tekanan darah dianggap lebih tinggi. Sementara itu, jika tekanan darah lebih rendah dari angka 80-89/80 mmHg, bisa jadi hal ini adalah tanda dari masalah hipotensi.

Faktor lain yang bisa mempengaruhi tekanan darah

Pakar kesehatan menyebut selain karena faktor alami tubuh, ada beberapa hal lain yang bisa mempengaruhi tekanan darah di dalam tubuh kita.

Berikut adalah beberapa faktor-faktor tersebut.

Kebiasaan merokok atau minum kopi

Kopi memiliki kandungan kafein yang bisa memicu penyempitan pembuluh darah sehingga membuat tekanan darah naik. Karena alasan inilah kita diminta untuk tidak berlebihan mengonsumsi kopi demi mencegah hipertensi. Kita juga sebaiknya menghindari asap rokok karena kandungan beracunnya bisa memicu dampak yang sama.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam

Jika kita cenderung sering mengonsumsi makanan tinggi garam, baik itu yang dimasak sendiri atau yang berupa makanan olahan, maka risiko untuk terkena hipertensi juga meningkat. Hal ini disebabkan oleh kandungan natrium di dalam garam yang bisa memicu dampak tersebut.

Stres

Sudah menjadi rahasia umum jika stres bisa memicu masalah kesehatan. Jika kita juga sering mengalaminya, maka risiko terkena hipertensi juga akan meningkat.

Sering begadang

Jika kita sering tidur larut malam atau bahkan begadang, maka risiko terkena kekacauan ritme sirkadian dan gangguan keseimbangan hormon meningkat. Hal ini juga bisa menyebabkan datangnya hipertensi.

(doktersehat.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting

Kesehatan

Legislator PKS Minta 30 Korporasi Karhutla Ditindak Tegas

Kesehatan

Ekosistem Kendaraan Listrik Didorong Tak Berhenti di Pabrik

Kesehatan

Open Turnamen Volleyball Putra Dandim Cup ke-8 Inhil Resmi Dibuka

Kesehatan

Markarius: Pemko Pekanbaru Komit Perkuat Ekosistem UMKM

Kesehatan

Borong 32 Emas di Kejurprov VIII Panahan Riau 2026, Pekanbaru Juara Umum