Fogging Tak Bisa Dilakukan Sembarangan

Harijal - Kamis, 21 Februari 2019 15:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/02/de17ee022019_0000aauntitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Safir Makki)
Petugas melakukan fogging di kawasan Bukit Duri, Jakarta.

JAKARTA - Fogging atau pengasapan merupakan salah satu cara efektif membunuh nyamuk pembawa virus dengue yang mengakibatkan penyakit demam berdarah. Pengasapan ini dapat membuat nyamuk Aedes aegypti yang bersarang di dalam rumah mati.

Meski efektif, melakukan fogging tak bisa sembarangan. Fogging harus dilakukan dan diawasi dengan tepat agar nyamuk yang menjadi sasaran benar-benar mati. 

"Fogging itu akan efektif jika dilakukan dengan tepat. Harus sesuai dengan SOP, harus mengikuti aturan. Tidak seperti sekarang, saya lihat banyak sekali kesalahan dalam fogging," kata Kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman Institut Pertanian Bogor Profesor Upik Kesumawati dalam gelaran acara Minyak Telon My Baby, Jakarta, Selasa (19/2).

Upik menjelaskan, fogging harus dilakukan oleh orang yang sudah ahli dalam menggunakan mesin dan memahami tempat-tempat yang disukai nyamuk untuk bersarang. 

"Saya sering lihat fogging bisa dilakukan oleh siapa saja seperti satpam. Padahal, kan, tidak punya kemampuan untuk itu sehingga tidak tepat sasaran," ungkap Upik.

Menurut Upik, waktu yang tepat untuk melakukan fogging adalah pagi atau sore hari. Di waktu-waktu ini, nyamuk Aedes sedang beristirahat dan angin belum terlalu kencang. 

Pengasapan juga mesti menjangkau seluruh ruangan di dalam rumah, bahkan ke setiap sudut ruangan dan radius 100 meter dari pemukiman. Lokasi yang lembap dan kotor seperti gantungan pakaian, bagian bawah lemari, dan tempat air tergenang harus diberi perhatian ekstra.

Saat fogging, kata Upik, pastikan semua anggota keluarga, termasuk anak-anak, tak berada di dalam rumah. Pastikan pula makanan dan benda lain tertutup agar tak terkena asap.

"Ini saat fogging harus hati-hati sekali dan diawasi," ucap Upik.

Fogging ini akan lebih efektif jika dilakukan dua kali, selang satu pekan setelah pengasapan yang pertama. Menurut Upik, fogging kedua dilakukan untuk memberantas nyamuk dewasa yang saat pengasapan pertama masih berupa telur atau jentik nyamuk. (cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Riau Mulai Masuk Peralihan ke Musim Hujan

Kesehatan

Pemerintah Butuh 464.000 Guru, Pastikan Rekrutmen CPNS Digelar 2027

Kesehatan

Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar

Kesehatan

Antisipasi Karhutla, Babinsa Koramil 0321-05/RM Bersama Warga Patroli Karhutla di Bangko Sempurna

Kesehatan

Dari Pohon Mangrove Jadi Arang, Polda Riau Usut Pidana Perusakan Hutan di Rupat Utara

Kesehatan

Water Bombing Satgas Udara Gempur Karhutla Dua Desa di Inhu