MENGEJUTKAN, Penelitian Menyebut Pengangguran Lebih Sehat Ketimbang Punya Pekerjaan tapi Stres!

Harijal - Sabtu, 12 Agustus 2017 14:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/08/6941ed082017_0000untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto:Thedailymail)
Pekerja yang stres

PENELITIAN baru-baru ini menyatakan bahwa tidak memiliki pekerjaan lebih menyehatkan dibanding mereka yang bekerja tetapi penuh dengan tekanan. Salah satu indikasi penelitian ini melihat dari tingkat stres yang akhirnya memengaruhi kualitas kesehatan. 

Dijelaskan, pada mereka yang bekerja tapi stres, memiliki kadar glukosa darah dan kolesterol yang jauh lebih buruk dibanding mereka yang tidak bekerja. Stres tersebut juga memengaruhi penyimpanan lemak, peningkatan kadar zat yang terkait dengan pembekuan darah, serta menyebabkan peradangan.

Perlu Anda ketahui, kadar kolesterol darah dan kolesterol tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Sementara itu, pembekuan darah dapat menyebabkan emboli paru yang mematikan. Peradangan juga dikaitkan dengan kerusakan sendi, penyakit gusi, dan risiko kanker yang lebih tinggi. 

Terkait dengan penelitian kasus ini, periset dari University of Manchester menganalisis 1.116 orang berusia antara 35 dan 75 yang menganggur antara 2009 dan 2010. Peserta studi diikuti dari tahun 2010 sampai 2012. 

Mereka diundang untuk mendapatkan penilaian kesehatan oleh seorang perawat, termasuk mengambil sampel darah. 

Efek stres terkait pekerjaan ditentukan dengan mengukur faktor kadar kolesterol, tekanan darah, denyut nadi, dan rasio pinggang sampai panggul. Kualitas pekerjaan dinilai melalui gaji, keamanan, kontrol, kepuasan, dan kecemasan.

Hasil menunjukkan bahwa orang dewasa yang beralih dari pengangguran menjadi pekerjaan berkualitas rendah lebih banyak mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan stres. Orang-orang seperti itu memiliki kadar glukosa darah dan kolesterol yang jauh lebih buruk. 

Ini juga memengaruhi penyimpanan lemak mereka, meningkatkan kadar zat yang terkait dengan pembekuan darah dan menyebabkan peradangan. Tidak jelas mengapa hasil ini terjadi. 

Penulis studi Profesor Tarani Chandola coba menjelaskannya. "Kualitas pekerjaan tidak dapat diabaikan dari keberhasilan kerja para pengangguran. Sama seperti pekerjaan bagus untuk kesehatan, kita juga harus ingat bahwa pekerjaan berkualitas buruk bisa merugikan kesehatan," terangnya. Temuan ini dipublikasikan di International Journal of Epidemiology.

 

(ndr/okezone)

Berita Terkait

Kesehatan

Kesebelasan UPT SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara II Kejuaraan Sepakbola Pulau Bayur 2026 Antar SSB Se-Riau

Kesehatan

MTQ Pebatuan Resmi Dibuka, 101 Kafilah Perebutkan Piala Bergilir

Kesehatan

Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya!

Kesehatan

TNI Gelar Pameran Alutsista Tiga Matra di Silang Monas

Kesehatan

Launching Siak Half Marathon 2026, Syamsurizal: Mampu Promosikan Kabupaten Siak Melalui Olahraga

Kesehatan

Puncak HAN 2026, Bupati Herman Kukuhkan Forum Anak Inhil Periode 2026–2028