Kenali Faktor Penyebab Kanker Serviks

Harijal - Kamis, 20 April 2017 22:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/9bc658042017_00000deteksidinikankerse.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
antara
Deteksi Dini Kanker Serviks

SEMARANG - Kanker leher rahim (serviks) masih menjadi salah satu penyebab kematian utama wanita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, setiap dua menit seorang perempuan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) ini.

Di Indonesia, angka kasus kanker serviks juga cukup tinggi. Setiap hari --tak kurang 40 orang wanita di Indonesia terdiagnosa penyakit ini. Tak pelak Kementerian Kesehatan menempatkan kanker serviks sebagai penyakit ‘pembunuh’ wanita nomor satu di negeri ini.

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi munculnya penyakit kanker serviks ini. “Salah satunya adalah pembalut wanita yang sering kita pakai,” ungkap dokter spesialis obsgyn (kebidanan dan kandungan) RSI Sultan Agung , Yulice Soraya Nur Intan dalam rilis yang diterima Republika, Kamis (20/4).

Di hadapan peserta gathering Paguyuban Wanita Pengadilan Agama (PA) se Jawa Tengah, Yulice menyampaikan, tidak semua pembalut dapat menyebabkan munculnya penyakit kanker serviks. Menurutnya, pembalut wanita yang dibuat dari bahan-bahan seperti kertas bekas dan serbuk kayu (pulp) berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman pencetus kanker serviks ini.

Zat pemutih yang biasanya digunakan untuk memutihkan bahan tersebut (dioxin) diduga juga menjadi pemicu kuman penyebar virus kanker serviks. “Oleh karena itu, penting mengenali bahan pembalut yang berpotensi memicu kanker serviks,” tegasnya.

Ia pun memberikan tips kepada para peserta gathering ini. Menurutnya, cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan mengambil bagian inti di dalam. Kemudian celupkan dalam gelas yang berisi air.

Setelah dicelupkan apakah terjadi perubahan seperti warna atau hancurnya bahan inti pembalut tersebut. “Jika kita temukan kedua perubahan tersebut, besar kemungkinan pembalut tersebut mengandung pemutih dan kualitas produknya buruk,” tandas Yulice.

Ia juga memaparkan, selain faktor buruknya kualitas bahan pembalut, masih ada faktor lain yang menjadi penyebab munculnya penyakit kanker serviks ini.

Kanker serviks, berisiko terjadi pada seseorang wanita dengan pola hidup yang tidak sehat. Seperti seperti jamak ganti pasangan dalam berhubungan seksual, merokok dan faktor kekurangan vitamin.

Untuk itu, ia mengajak para peserta gathering PA ini untuk bersama-sama melakukan antisipasi dan mencegah kanker serviks ini. Sebab penyakit ini tidak membawa atau menunjukkan gejala- gejala apapun pada fase pra kanker.  

“Mari sebelum terlambat kita mengenali berbagai faktor penyebab dan mengurangi semaksimal mungkin aktivitas yang beresiko terhadap penyakit kanker serviks ini,” ungkap Yulice.(ROL)

Berita Terkait

Kesehatan

Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal

Kesehatan

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Kesehatan

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Kesehatan

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Kesehatan

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Kesehatan

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan