Penderita DBD di Pekanbaru Tembus 118 Kasus, DPRD Pertanyakan Kinerja Jumantik

Harijal - Rabu, 01 Maret 2017 18:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/03/78cbc4032017_demmm.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Penderita demam berdarah denque (DBD) di Kota Pekanbaru terus meningkat, bahkan minggu ke delepan 2017 ini, DBD sudah menyerang 118 korban.

Kondisi ini DPRD Kota Pekanbaru prihatin dan sekaligus mempertanyakan kinerja Dinas terkait dalam melakukan pencegahan atau antisipasi, salah satunya kinerja Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang dibentuk oleh Diskes dan ditempatkan di setiap kecamatam di Kota Pekanbaru.

"Di setiap kecamatan kan ada petugas jumantik, apa tugas mereka?, ada ngak memberikan bubuk abate secara gratis kepada masyarkat sebagai upaya antisipasi atau pencegahan selama ini," demikian disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Marlis Khasim, Rabu (1/3).

Langkah pencegahan ini menurut Marlis, sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum wabah DBD berkembang ditengah masyarakat.

"DBD inikan sangat mudah sekali berkembang saat musim hujan seperti sekarang, apalagi ada genangan air, untuk itu seharusnya selain penyemprotan pemberian bubuk abate diair tergenang perlu dilakukan terutama dirumah-rumah warga" jelasnya.

Selain itu, kepada warga Marlis juga menghimbau untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan giat melakukan gotong royong, terutama membersihkan gorong-gorong yang tersumbat sampah dan menyebabkan genangan air.

"Masyarakat kita himbau tetap menjaga pola hidup bersih, terutama perkarangan rumah, terapkan 3 M plus, dan bagi masyarakat yang terindikasi kena DBD segera membawa anggota keluarga ke Rumah Sakit agar mendapat penanganan lebih lanjut dan agar tidak semakin parah," Harap Marlis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kasus Demam Berdarah Dengue (BDB) di Pekanbaru terus bertambah. Hingga minggu ke delapan, DBD sudah tembus angka 118 kasus.

"Hingga kini kasus DBD sudah 118 kasus. Tampan dan Bukit Raya tertinggi," kata Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Gustiyanti di Pekanbaru, Senin (27/2).

Ia meminta masyarakat untuk ikut andil menekan angka DBD dengan cara berprilaku hidup sehat. Masyarakat diimbau untuk melakukan 3 M plus agar bisa memutus mata rantai penyebaran DBD.

Abate dan racun malation yang dipakai untuk satu tahun ke depan, sudah disiapkan Diskes. Tetapi untuk penggunaan itu harus tetap melakukan fogging sesuai standard operating procedure (SOP).

"Apabila ada kasus, Diskes lakukan penyelidikan etiomologi. Jika dinyatakan ada jentik nyamuk, baru dilakukan fogging," katanya. (Eza/rec)

Data DBD hingga Minggu ke delapan 2017

Sukajadi 3 orangSenapelan 4 orangPekanbaru Kota 7 orangRumbai Pesisir 7 orangRumbai 5 orangLimapuluh 9 orangSail 0 orangBukit Raya 22 orangMarpoyan Damai 19 orangTenayan Raya 10 orangTampan 22 orangPayung Sekaki 10 orang

Total 118 orang

Berita Terkait

Kesehatan

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Kesehatan

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Kesehatan

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Kesehatan

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Kesehatan

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Kesehatan

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah