Jamkesda Terutang Rp2,9 Miliar

Harijal - Sabtu, 18 Februari 2017 11:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/02/1556c8022017_jamkes_da.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
net

SELATPANJANG - ‎Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) menjadi program pemerintah untuk bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan pengobatan secara gratis. Program tersebut juga diintegrasikan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Namun, di Kepulauan Meranti, pada 2016 lalu, dari 32.658 jiwa masyarakat yang masuk dalam Jamkesda, hanya 12.770 jiwa saja yang diintegrasikan ke BPJS. Sementara sisanya ‎belum terintegrasi. “Jadi hanya 40 persennya saja yang terintegrasi, atau dimasukkan BPJS. Sedangkan sisanya masih Jamkesda,” ungkap Kabid ‎Pelayanan Kesehatan (Yankes) dr Ria Sari, didampingi Kasi Yankes drg Muftahada, Jumat (17/2) pagi.

Dia menjelaskan, anggaran untuk program Jamkesda yang terintegrasi dengan BPJS dialokasikan Pemkab Meranti pada 2016 sebesar Rp2,1 miliar. Dengan masing-masing jiwa ditanggung sebesar Rp23 ribu per bulannya.

“Untuk program ini juga kita lakukan sharing dengan Diskes Provinsi Riau.‎ Di mana kita hanya membayar 60 persennya yakni Rp2,1 miliar, dan sisanya Rp1,4 miliar Diskes Riau yang membayarnya,” katanya.

Sementara itu untuk Jamkesda yang tidak terintegrasi tetap dianggarkan oleh Pemkab Meranti melalui Diskes. Besarannya sebesar Rp5 miliar. Namun, pada 2016 lalu terutang sebesar Rp2,9 miliar.

“Utang tersebut akan kita bayar pada 2017 ini. Tahun ini juga kita anggarkan kembali Rp5 miliar. Memang kondisinya begitu setiap tahun‎, tapi tetap kita bayarkan,” terang Ria.

‎Walaupun sama-sama dibiayai, namun Jamkesda yang terintegrasi bisa mendapatkan layanan di seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Sementara untuk Jamkesda tanpa terintegrasi hanya bekerja sama dengan RSUD Bengkalis, dan RSUD Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri. Lebih jauh, dr Ria mengaku pembiayaan kesehatan untuk masyarakat miskin tetap dialokasikan setiap tahunnya.  

“Tahun ini totalnya sama dengan tahun lalu yakni Rp2,1 miliar untuk Jamkesda yang terintegrasi dengan BPJS dan Rp5 miliar untuk Jamkesda‎ yang tidak terintegrasi,” terangnya.

 

sumber: riaupos.co

 

Berita Terkait

Kesehatan

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Kesehatan

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Kesehatan

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Kesehatan

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Kesehatan

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Kesehatan

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah