706 Warga Pekanbaru Terpapar ISPA Selama Kabut Asap

Rafizis - Kamis, 03 September 2026 20:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/09/_2695_706-Warga-Pekanbaru-Terpapar-ISPA-Selama-Kabut-Asap.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga dua kali lipat di tengah bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Kamis (3/9/2026). Rata-rata kasus harian yang sebelumnya berada di angka 100 pasien per hari, kini melonjak drastis hingga menyentuh kisaran 300 kasus setiap harinya.‎‎Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengonfirmasi lonjakan signifikan tersebut saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di Pekanbaru. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya paparan kabut asap mengingat kualitas udara setempat yang masih berfluktuasi.‎‎"Ada peningkatan kasus ISPA, dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Kamis (3/9/2026).‎‎Berdasarkan data akumulatif Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, sebanyak 706 warga terkonfirmasi menderita ISPA sepanjang berstatus masa tanggap darurat Karhutla. Jumlah tersebut menjadikan ISPA sebagai gangguan kesehatan mendominasi yang paling banyak menginfeksi warga setempat.‎‎Selain gangguan pernapasan, penurunan kualitas udara akibat asap Karhutla juga memicu timbulnya berbagai keluhan kesehatan fisik lainnya pada warga. Pihak dinas kesehatan mencatat adanya belasan hingga puluhan kasus iritasi kulit, asma, konjungtivitis, dan pneumonia.‎‎"Dari data tersebut, didapati pula, warga bukan hanya terkena ISPA karena kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran lahan. Namun ada juga yang mengalami iritasi kulit," kata Dedy Sambudi.‎‎"Disebutkannya, jumlah warga yang terkena iritasi kulit sebanyak 33 orang. Ada juga yang mengalami asma sebanyak 23 orang. Ada juga warga yang mengalami pneumonia sebanyak lima orang. Lalu ada juga yang mengalami konjungtivitis atau mata merah sebanyak 15 orang," tambah Dedy.‎‎Secara keseluruhan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menegaskan bahwa lonjakan berbagai komplikasi penyakit tersebut berbanding lurus dengan paparan kabut asap Karhutla. Pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan masyarakat dan menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kota Pekanbaru.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Hotspot Riau Melonjak Lagi Pagi ini 234 Titik

Kesehatan

Hotspot Riau Bertambah Lagi, Sumatera Melonjak 2.396 Titik!

Kesehatan

Jikalahari Ungkap 583 Hektare Karhutla Gambut Riau Terjadi di Konsesi Korporasi

Kesehatan

Sempat Turun 20 Titik, Sore Ini Hotspot Riau naik ke Angka 64

Kesehatan

Pemkab Inhil Gelar Salat Istisqa, Plh Bupati Yuliantini Ajak Masyarakat Berdoa

Kesehatan

Api Padam, Pekerjaan Belum Selesai