Rentang Januari-Juli 2026, DBD di Pekanbaru Tembus 534 Kasus, Satu Meninggal

Redaksi - Rabu, 12 Agustus 2026 15:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/08/_5356_Rentang-Januari-Juli-2026--DBD-di-Pekanbaru-Tembus-534-Kasus--Satu-Meninggal.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 534 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kota Pekanbaru terhitung Januari hingga akhir Juli 2026. Satu orang pasien terkonfirmasi meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi mengonfirmasi, yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Tuah Madani. Pihaknya saat ini tengah menjalankan prosedur penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui pemicu utama kematian pasien.

Data dari Dinkes Kota Pekanbaru menunjukkan Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan sebaran terbanyak, yakni mencapai 86 kasus. Posisi kedua disusul oleh Kecamatan Marpoyan Damai dengan catatan 85 kasus.

Selanjutnya, angka kasus tercatat di Kecamatan Bukit Raya sebanyak 66 kasus, Kecamatan Binawidya 44 kasus, dan Kecamatan Tenayan Raya 44 kasus. Wilayah Kecamatan Payung Sekaki mencatat 39 kasus, Kecamatan Rumbai 33 kasus, serta Kecamatan Rumbai Timur 32 kasus.

Sebaran kasus lainnya meliputi Kecamatan Limapuluh dengan 31 kasus, Kecamatan Kulim 28 kasus, serta Kecamatan Sail dan Kecamatan Rumbai Barat masing-masing 11 kasus. Sementara itu, Kecamatan Senapelan dan Kecamatan Sukajadi mencatat masing-masing 10 kasus, serta Kecamatan Pekanbaru Kota sebanyak 4 kasus.

Deddy Sambudi memastikan seluruh pasien DBD yang sebelumnya menjalani perawatan medis saat ini telah dinyatakan sembuh. Ia menegaskan sudah tidak ada lagi pasien terinfeksi DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Guna menekan angka penularan, Pemko Pekanbaru mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti," kata Deddy Sambudi, Rabu (12/8/2026).

Sebagai langkah taktis pencegahan lanjutan, Dinkes Kota Pekanbaru juga menggiatkan tindakan pengasapan (fogging) di area terdampak. Selain itu, petugas lapangan dikerahkan untuk melakukan pembersihan serta pemberantasan jentik-jentik nyamuk secara berkala.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Januari-April 2026, 12 Orang Meninggal di Riau Akibat DBD

Kesehatan

Per Februari, Malaria di Riau Tembus 238 Kasus

Kesehatan

Waspada, 17 Warga Riau Meninggal Akibat DBD

Kesehatan

Dalam Empat Bulan 1.471 Kasus DBD di Riau

Kesehatan

Berantas Malaria di Kuala Selat Inhil, Petugas Semprotkan Insektisida

Kesehatan

Malaria di Kuala Selat Bertambah Jadi 128 Kasus