Kasus HIV Meningkat, 4.524 Pasien di Riau Stadium AIDS

Redaksi - Selasa, 14 Juli 2026 19:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/07/_8421_Kasus-HIV-di-Riau-Terus-Meningkat--4-524-Pasien-Stadium-AIDS.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Riau, tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data kumulatif yang dihimpun Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, sejak tahun 1997 hingga Triwulan I-2026, tercatat sebanyak 11.523 Orang dengan HIV (ODHIV).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, melalui Pengelola Program HIV Diskes Riau, Egawati, mengungkapkan bahwa dari belasan ribu kasus yang terdata, sebagian besar pasien masih bertahan hidup.

"Dari 11.523 ODHIV tersebut, kami mendata sebanyak 7.137 orang di antaranya masih hidup. Namun, sebanyak 4.524 orang di antaranya sudah masuk pada stadium AIDS," papar Egawati.

Peningkatan kasus ini terlihat sangat signifikan, terutama dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Pada tahun 2021 ditemukan 570 kasus, lalu naik menjadi 835 kasus pada 2022, dan melonjak hingga 1.001 kasus pada 2023. Tren ini terus merangkak naik dengan 1.006 kasus pada 2024, disusul 1.051 kasus pada 2025, dan pada Triwulan I-2026 ini sudah ditemukan lagi sebanyak 187 kasus baru.

Egawati menjelaskan bahwa penularan virus ini terjadi melalui tiga transmisi utama dari penderita kepada orang lain. Jalur penularan tersebut meliputi perpindahan melalui darah yang tertular virus HIV, penularan dari ibu ke bayi melalui plasenta selama masa kandungan atau saat melahirkan, serta melalui cairan kelamin akibat hubungan seksual yang tidak aman.

Guna menekan angka penularan, Diskes Riau saat ini fokus mendorong kesadaran masyarakat untuk deteksi dini melalui strategi "STOP".

Strategi nasional penanggulangan HIV ini terdiri dari empat pilar utama yang saling berkaitan, yaitu Suluh (penyuluhan), Temukan (pencarian kasus), Obati (pengobatan), dan Pertahankan kadar virus ODHIV agar tetap tersupresi.

Dalam pilar penyuluhan (Suluh), Diskes Riau gencar mengedukasi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, kader PKK, hingga instansi keagamaan.

Pada Desember 2025 lalu, Diskes Riau bekerja sama dengan Perdoski berhasil mengedukasi 5.609 orang secara langsung hingga memecahkan rekor MURI. Selain itu, pada Maret 2026, sosialisasi daring juga digelar dengan melibatkan 1.152 tenaga Kementerian Agama (Kemenag), terdiri dari penghulu, penyuluh agama, dan pengawas madrasah sebagai perpanjangan tangan edukasi ke masyarakat.

Sementara itu, untuk pilar Temukan dan Obati, Diskes Riau aktif melakukan pengetesan massal demi memutus mata rantai penularan, di mana sepanjang tahun 2025 telah dilakukan tes terhadap 195.298 orang. Bagi warga yang terdeteksi positif, Diskes berkomitmen memberikan pendampingan pengobatan.

Saat ini, terdapat 4.222 ODHIV di Riau yang sedang menjalani Terapi Antiretroviral (ARV), dan Diskes Riau memastikan stok obat yang dialokasikan Kementerian Kesehatan RI dalam kondisi aman dan cukup.

Melalui pengobatan ARV yang teratur, langkah terakhir adalah mempertahankan kadar virus dalam darah ODHIV agar tetap ditekan (tersupresi). Dengan menekan kadar virus, risiko penularan kepada orang lain dapat diminimalisasi secara drastis.

Meski demikian, Egawati menegaskan bahwa penanggulangan HIV di Riau tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergitas dan dukungan dari seluruh lapisan sektor masyarakat.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Inovasi DIPIKAT MASTENAR, Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini

Kesehatan

KPA Goes to School di SMP 6, Pemko Pekanbaru Waspadai Tren HIV/AIDS yang Mulai Menyasar Usia Muda

Kesehatan

KPA Goes to School, ‎Wawako Markarius Anwar Edukasi Pencegahan HIV/AIDS di Kalangan Pelajar

Kesehatan

Pemko Pekanbaru Masifkan Sosialisasi Bahaya LGBT dan HIV AIDS Bagi Siswa

Kesehatan

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Ajak Remaja Waspadai Risiko HIV Sejak Dini

Kesehatan

Bupati Herman Buka Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pencegahan Serta Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria