Masyarakat Bangun Purba Rohul "Perang" Terhadap Nyamuk DBD

Harijal - Jumat, 27 Januari 2017 15:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/01/b280ff012017_masyarakat_bangun_purba.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Riauterkini.com
Masyarakat Bangun Purba Rohul "Perang" Terhadap Nyamuk DBD

BANGUN PURBA, kabarmelayu.com - Camat Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Suharman Nasution, menyatakan "perang" terhadap nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Aedes Aegypti.

Perang terhadap nyamuk DBD dilakukan pihak Pemerintah Kecamatan Bangun Purba karena belum lama ini puluhan warga setempat terserang DBD, dan seorang bocah berusia 10 tahun dilaporkan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Rohul.

Sebagai langkah "perang" terhadap nyamuk DBD, pihak kecamatan Bangun Purba bersama masyarakat, Puskesmas, serta TNI dan Polri, menggelar pemberantasan sarang nyamuk (PSN), yakni gotong-royong dengan menyisir tempat-tempat diduga sebagai sarang nyamuk Aedes Aegypti.

Ban bekas ‎yang ada di sekitar rumah warga, di bengkel-bengkel, di sekolah-sekolah ikut dimusnahkan dengan cara dibakar. Demikian juga kaleng bekas dikubur.

Camat Bangun Purba, Suharman, di sela aksi gotong-royong mengakui PSN dilakukan agar nyamuk penyebab penyakit DBD tidak berkembangbiak. Hal ini harus dilakukan bersama, melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Kita bergerak sesuai intruksi Pak Plt Bupati Rohul H. Sukiman, agar segera menggelar gotong royong untuk menumpas perkembangbiakan nyamuk DBD," ujar Suharman kepada wartawan, Jumat (27/1/17).

Suharman mengatakan perkembangan nyamuk aedes aegypti di daerahnya sungguh luar biasa. Puluhan warga Bangun Purba terindikasi terserang DBD.

"Salah satu faktor berkembangnya nyamuk DBD ini dari ban bekas. Dari itu kami bakar semua ban bekas di dekat pemukiman masyarakat," jelasnya.

Suharman mengakui wabah DBD di kecamatannya telah merenggut nyawa bocah berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku SD bernama Della, warga Huta Padang Desa Bangun Purba meninggal dunia.

"Untuk itulah kami terus melakukan pemusnahan tempat-tempat yang diduga sarang nyamuk DBD ini," katanya.

Suharman mengimbau masyarakat Bangun Purba untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dengan menerapkan 3M Plus, serta mengubur barang-barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk, seperti kaleng bekas, ban bekas, serta selalu menutup tempat penampungan air.

Sementara itu, KTU Puskesmas Bangun Purba Harisman mengatakan pihaknya telah melakukan fogging di tempat-tempat diduga jadi tempat perkembangan nyamuk.

Harisman mengungkapkan, sampai akhir Januari 2017 ini, ada sekitar 13 warga Bangun Purba yang dinyatakan positif terserang DBD. Sedangkan 30 warga lain masih gejala DBD yang didominasi anak-anak.

Selain fogging, pihak Puskesmas Bangun Purba juga sudah membagikan bubuk abate ke masyarakat, serta terus melakukan PSN.

"Kita akan terus sosialisasikan bahaya DBD dan gerakan 3 M Plus sehingga DBD tidak lagi menyerang Kecamatan Bangun Purba," tandas Harisman.

(riauterkini.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Kesehatan

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Kesehatan

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah

Kesehatan

Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Luka-luka

Kesehatan

Elemen Masyarakat Demo di Mapolda Sumut, Desak Copot Kapolres Nias

Kesehatan

Talam Durian Satu Kilometer dan 8000 ASN Mengaji di Pekanbaru akan Pecahkan Rekor Muri