Kasus HIV di Pekanbaru Mengkhawatirkan, Naik dari 408 Menjadi 474 dalam Setahun

Redaksi - Rabu, 29 Oktober 2025 14:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/10/_8621_Kasus-HIV-di-Pekanbaru-Mengkhawatirkan--Naik-dari-408-Menjadi-474-dalam-Setahun.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: I:st)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Di tengah meningkatnya angka kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pemerintah mengambil langkah baru untuk memperkuat upaya penanggulangannya. Hal ini diharapkan menjadi awal baru dalam gerakan melawan stigma dan penyebaran HIV di masyarakat.

"Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, saya yakin kita bisa melangkah lebih jauh dalam melindungi warga dari ancaman HIV/AIDS," ujar Agung, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, perjuangan melawan HIV/AIDS bukan hanya soal angka atau data kesehatan, tapi tentang manusia tentang keluarga, teman, dan saudara yang berhak hidup sehat tanpa diskriminasi.

Ia menegaskan bahwa edukasi, deteksi dini, dan dukungan sosial menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.

"Kasus HIV/AIDS di Pekanbaru terus meningkat. Tahun 2023 tercatat 408 kasus HIV dan naik menjadi 474 kasus di 2024. Kasus AIDS pun meningkat dari 165 menjadi 174 kasus. Ini bukan sekadar statistik, tapi cerminan bahwa masih banyak masyarakat kita yang belum paham bagaimana melindungi diri," jelasnya.

Agung menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih menyentuh dan membumi, terutama kepada kelompok berisiko dan remaja yang kerap menjadi korban kurangnya informasi.

Ia menekankan bahwa penyebaran HIV tidak bisa dilawan hanya dengan aturan, tapi dengan empati dan keberanian untuk berbicara terbuka tentang seksualitas, kesehatan, dan keselamatan diri.

Melalui KPA Kota Pekanbaru, pemerintah berkomitmen memperluas edukasi ke berbagai lapisan masyarakat.

Upaya ini dilakukan lewat kampanye informasi, dialog komunitas, hingga kegiatan langsung yang menjangkau populasi kunci seperti pengguna narkoba, narapidana, dan kelompok rentan lainnya.

"Kami ingin KPA hadir bukan sekadar sebagai lembaga, tapi sebagai garda terdepan yang mendengarkan, mendampingi, dan memberi harapan. Karena HIV bukan akhir dari segalanya dengan dukungan dan pengetahuan yang tepat, mereka tetap bisa hidup sehat dan produktif," pungkasnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Bahaya HIV/AIDS, Masyarakat Diminta Lebih Peduli

Kesehatan

Tangani HIV-AIDS, Wali Kota Pekanbaru Minta Diskes dan Camat Kolaborasi

Kesehatan

Ancaman HIV di Pekanbaru, Faktanya Mengejutkan

Kesehatan

Parah! 1.151 Kasus HIV di Riau 2024, Didominasi Hubungan Seks Sesama Lelaki

Kesehatan

Pengidap HIV/AIDS di Rohil Meningkat, 13 Meninggal Dunia