Sempat Diberitakan Terpapar Cacar Monyet, Hasil Lab 2 Warga Kepulauan Meranti Negatif

Redaksi - Rabu, 24 September 2025 14:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_4171_Sempat-Diberitakan-Terpapar-Cacar-Monyet--Hasil-Lab-2-Warga-Kepulauan-Meranti-Negatif.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah menerima hasil pemeriksaan laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pemeriksaan sampel dua warga asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang dinyatakan suspek cacar monyet (Monkeypox/Mpox). Ternyata keduanya negatif.

Seperti diketahui, kedua warga itu merupakan santri salah satu pondok pesantren di Kepulauan Meranti, yakni BS (13) Zu (17).

"Iya, kita sudah mendapatkan hasil pemeriksaan dari Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, Kemenkes kemarin. Hasilnya kedua warga Kepulauan Meranti atas nama BS dan ZN dinyatakan negatif Virus Mpox," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Ns Widodo.

Diketahui, BS mulai mengeluhkan demam pada 12 September lalu saat berada di pondok pesantren. Gejala demam tersebut diikuti dengan munculnya bintik merah yang kemudian berkembang menjadi lesi dan terus menyebar setiap hari.

Kemudian pada 17 September, karena kondisi pasien terus memburuk, BS dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sayangnya, tiga hari setelahnya, pada 20 September, BS dilaporkan meninggal dunia.

"Sedangkan Zu yang sempat dirawat di rumah sakit sudah pulang. Jadi yang kita ambil sampelnya itu hanya dua orang BS dan Zu. Sedangkan 17 santri lainnya hanya isolasi," terangnya

Diberitakan sebelumnya, atas kejadian itu ada sebanyak 17 santri di salah satu pesantren di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Dinkes Meranti juga telah turun langsung ke lokasi pondok pesantren yang menjadi tempat para santri tersebut belajar.

Di sana, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan vitamin dan hand sanitizer kepada para santri, serta melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

Dalam upaya pencegahan, Ade mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti olahraga rutin, istirahat cukup, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengonsumsi makanan bergizi.

"Kami juga sudah menyurati Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Meranti dan Direktur RSUD agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan surveilans aktif," tambahnya.

Ia meminta tenaga kesehatan untuk waspada terhadap pasien dengan gejala ruam akut disertai demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan gejala lain yang mengarah pada cacar monyet. Selain itu, penting untuk menggali riwayat perjalanan, kontak erat dengan pasien serupa, dan perilaku berisiko.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Diduga Meninggal Akibat Cacar Monyet, Ini Kata Kemenkes

Kesehatan

Empat Santri di Meranti Diduga Terinfeksi Cacar Monyet, Satu Meninggal Dunia

Kesehatan

Cacar Monyet Belum Terdeteksi di Riau

Kesehatan

Bandara Internasional SSK II Pekanbaru dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru Gelar Rakor Pencegahan dan Pengendalian Cacar Monyet