Diduga Meninggal Akibat Cacar Monyet, Ini Kata Kemenkes

Redaksi - Selasa, 23 September 2025 13:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_2838_Diduga-Meninggal-Akibat-Cacar-Monyet--Ini-Kata-Kemenkes.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
www.honestdocs.id
kabarmelayu.comPEKANBARU - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI angkat bicara terkait laporan dugaan kasus kematian akibat 'cacar monyet' atau Mpox di Provinsi Riau yang disebut telah menginfeksi dua pasien berinisial BS (13) dan Zu (17). Kedua kasus ini, yang dilaporkan di Kepulauan Meranti ini masih berstatus suspek dan belum terkonfirmasi sebagai Mpox.

Kasus pertama menimpa BS, seorang santri berusia 13 tahun, yang mulai mengeluhkan demam pada 12 September lalu saat berada di pondok pesantren. Gejala demam tersebut diikuti dengan munculnya bintik merah yang kemudian berkembang menjadi lesi dan terus menyebar setiap hari.

Pada 17 September, karena kondisi pasien terus memburuk, BS dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sayangnya, tiga hari setelahnya, pada 20 September, BS dilaporkan meninggal dunia.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (23/9/2025), Kemenkes RI menegaskan bahwa secara klinis, kondisi BS lebih mengarah pada varicella atau cacar air.

"Secara klinis mengarah ke varicella/cacar air. Pasien memiliki komorbid berupa infeksi selaput otak," demikian penegasan Kemenkes RI dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (23/9/2025).

Kasus kedua menimpa Zu, santri berusia 17 tahun. Zu mulai mengeluhkan gejala demam dan ruam merah pada 18 September. Ia pun sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun diperbolehkan pulang tiga hari kemudian untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah.

"Berdasarkan hasil investigasi awal, terdapat teman sekamar kasus yang mengalami cacar air dan sejauh ini tidak terdapat faktor risiko mengarah ke mpox," beber Kemenkes.

Sebagai langkah kewaspadaan, Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, dan pondok pesantren, sambil menunggu hasil laboratorium resmi. Penyelidikan epidemiologi juga telah dilakukan, dengan spesimen dari kedua pasien dikirim ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan untuk diperiksa secara mendalam.

Kemenkes RI mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindari kontak seksual berisiko. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mirip dengan Mpox, seperti demam, nyeri, sakit tenggorokan, yang disertai ruam atau lesi pada kulit.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Sempat Diberitakan Terpapar Cacar Monyet, Hasil Lab 2 Warga Kepulauan Meranti Negatif

Kesehatan

Empat Santri di Meranti Diduga Terinfeksi Cacar Monyet, Satu Meninggal Dunia

Kesehatan

Cacar Monyet Belum Terdeteksi di Riau

Kesehatan

Bandara Internasional SSK II Pekanbaru dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru Gelar Rakor Pencegahan dan Pengendalian Cacar Monyet