Puluhan Siswa di Tembilahan Keracunan MBG, Positif Bakteri E. Coli, Diskes Inhil Diduga Tutupi Fakta

Redaksi - Senin, 25 Agustus 2025 13:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/08/_8272_Puluhan-Siswa-di-Tembilahan-Keracunan-MBG--Positif-Bakteri-E--Coli--Diskes-Inhil-Diduga-Tutupi-Fakta.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Diskes Inhil merilis hasil pemeriksaan sampel makanan terkait peristiwa keracunan pangan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar di Tembilahan.(Foto: Me)
INHIL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) merilis hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan pangan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar di Tembilahan.

Rilis hasil pemeriksaan yang digelar Senin (25/8/2025) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, sejumlah sampel makanan dan muntahan yang diperiksa secara mikroskopik oleh laboratorium daerah bersama Badan Karantina Kesehatan, hasilnya mengejutkan.

Beberapa sampel, seperti, sayuran, irisan timun, dan tumis toge, dinyatakan positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli). Meskipun tidak ditemukan bahan kimia berbahaya seperti boraks, metanol, maupun formalin dalam mie, namun kondisi mie yang basi dan berlendir menjadi media subur pertumbuhan bakteri ini.

Bakteri E. coli dapat menghasilkan racun seperti Shiga toxin atau enterotoxin yang merusak dinding usus dan memicu gejala keracunan serius.

Dalam konferensi pers itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi, menyebut Ketua Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) tidak dapat hadir karena masih mengalami tekanan psikologis pasca-insiden.

Namun, keterangan sejumlah saksi yang hadir menyebutkan bahwa Ketua SPPG sebenarnya berada di lokasi acara.

Ketua Yayasan, Guntur, menyatakan bahwa pihaknya hanya menyediakan tempat dan tidak bertanggung jawab atas pengolahan maupun kualitas makanan yang disajikan.

Awak media yang mencoba meminta izin meninjau dapur tempat makanan diolah, justru terkesan dihalangi oleh Kadis Kesehatan Rahmi dengan alasan Ketua SPPG masih dalam kondisi "shock".

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan mutu makanan dalam program gizi sekolah.Saat ditanya bagaimana SOP sebelum makanan disajikan kepada murid, Kadis menyebut bahwa makanan harus dicicipi terlebih dahulu oleh guru.

Namun, pernyataan ini dibantah Kepala Sekolah SDN 032 yang mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan dari Dinas Kesehatan terkait prosedur tersebut.

Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indragiri Hilir, Rosmely, menilai kasus ini tidak bisa dianggap sepele dan selesai hanya dengan permintaan maaf serta menanggung semua biaya pengobatan.

Menurutnya, kejadian ini menyangkut keselamatan anak-anak. Temuan bakteri E. coli bukanlah perkara kecil dan harus ditindaklanjuti secara transparan. Jangan sampai ada kesan bahwa fakta ditutupi demi melindungi pihak tertentu.

"Karena trauma yang timbul pada anak anak yang keracunan serta anak anak lain yang mendapat MBG tidak semerta merta selesai hanya dengan permintaan maaf dan menanggung semua biaya pengobatan," tegas Rosmely.

Publik mendesak pemerintah daerah bersikap terbuka dan menindak tegas pihak yang lalai dalam kasus ini. Ia juga meminta agar aparat penegak hukum ikut turun tangan menyelidiki dugaan kelalaian dan memastikan SOP keamanan pangan di sekolah dijalankan sesuai standar.

Sorotan tajam kini mengarah pada Diskes Inhil yang dinilai kurang responsif dan terkesan menutup akses informasi kepada media dengan tidak hadirnya pihak BPOMdanKetuaSPPG.(Rik)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Belum Daftarkan SLHS, 492 Dapur MBG di Sumatra Disetop Sementara

Kesehatan

Pemko Pekanbaru Perketat Standar Dapur MBG, BGN Dorong Transparansi dan Kepatuhan SOP

Kesehatan

2000 Anak Keracunan MBG, Kepala BGN Harus Diperiksa

Kesehatan

Pembangunan Dapur MBG di Wilayah 3T Pekanbaru Ditargetkan Rampung 35 Hari

Kesehatan

Pembangunan Dapur MBG di Wilayah 3T Pekanbaru Ditargetkan Rampung 35 Hari

Kesehatan

Pembangunan Dapur MBG di Wilayah 3T Pekanbaru Ditargetkan Rampung 35 Hari