Dalam Empat Bulan 1.471 Kasus DBD di Riau

Redaksi - Rabu, 07 Mei 2025 20:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/05/_8829_Dalam-Empat-Bulan-1-471-Kasus-DBD-di-Riau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali menjadi perhatian serius di Provinsi Riau. Data dari Kementerian Kesehatan RI, sejak Januari hingga akhir April 2025, tercatat sebanyak 1.471 kasus DBD yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto, mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah kasus ini patut menjadi perhatian bersama.

Bahwa faktor lingkungan yang kurang bersih menjadi salah satu penyebab utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai pembawa virus dengue.

"Selama empat bulan terakhir, hampir 1.500 warga Riau telah terjangkit DBD. Ini bukan hal yang bisa kita anggap sepele. Semua pihak harus berperan aktif dalam pencegahannya," ujar Sri Sadono, Rabu (7/5/2025).

Sebagai bentuk tanggung jawab dan langkah cepat, Dinas Kesehatan Riau telah mengintensifkan kembali peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di lingkungan masyarakat.

Para kader ini turun langsung ke rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

"Kami sangat mengandalkan kader Jumantik sebagai garda terdepan dalam pencegahan. Mereka rutin memeriksa tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, tempat minum hewan, hingga saluran air yang jarang dibersihkan," jelasnya.

Selain melakukan pemantauan, kader Jumantik juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan Gerakan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, ditambah dengan langkah-langkah pencegahan lain seperti penggunaan obat nyamuk atau kelambu saat tidur.

"Jika kita semua menjaga kebersihan lingkungan dengan baik, maka nyamuk tidak akan memiliki tempat untuk berkembang biak. Jangan sampai kita menyesal karena terlambat bertindak," tambahnya.

Dinas Kesehatan juga telah mengoordinasikan rumah sakit dan puskesmas untuk bersiaga menghadapi kemungkinan peningkatan pasien.

Sri Sadono mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala hebat atau muncul bintik merah di kulit.

"Deteksi dini sangat penting dalam penanganan DBD. Semakin cepat ditangani, peluang untuk sembuh pun semakin besar," katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari camat, lurah, RT/RW, hingga tokoh masyarakat untuk bersatu dan saling mendukung dalam upaya pencegahan.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menekan penyebaran DBD. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tuturnya.

Editor
: Redaksi

Tag:
DBD

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada, 17 Warga Riau Meninggal Akibat DBD

Kesehatan

Berantas Malaria di Kuala Selat Inhil, Petugas Semprotkan Insektisida

Kesehatan

Malaria di Kuala Selat Bertambah Jadi 128 Kasus

Kesehatan

Kasus Malaria Ditemukan di Pekanbaru, Dipastikan Bukan Penularan Lokal

Kesehatan

Diskes Riau Dirikan Posko di Kuala Selat Pasca Penetapan KLB Malaria

Kesehatan

Pasca Temuan 22 Kasus, Pemkab Inhil Tetapkan KLB Malaria di Kuala Selat