Pengidap HIV/AIDS di Rohil Meningkat, 13 Meninggal Dunia

Redaksi - Senin, 02 Desember 2024 21:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/12/_8402_Pengidap-HIV-AIDS-di-Rohil-Meningkat--13-Meninggal-Dunia.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Peringatan Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember. Diskes Rohil memberikan selebaran dan bunga kepada pengguna jalan di Kecamatan Bagan Sinembah.(Foto: Yan)
ROHIL - Orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Kabupaten Rokan Hilir terus meningkat. Tahun ini tercatat 175 orang yang terinfeksi. Terjadi penambahan sekitar 37 kasus dari tahun sebelumnya. Bahkan sepanjang 2024 sebanyak 13 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Afrida, M. Kesmelaluipemegang program HIV/AIDS, Berli Devi Yanti, AMK, Senin (2/12)bmengatakan, kasus HIV AIDS ini menjadi perhatian pihaknya.

"Untuk saat ini, ODHA kita berjumlah 175untuk Kabupaten Rokan Hilir. Sementara tahun lalu 138 orang. Setiap tahunnya ODHA kita meningkat dikarenakan fenomena gunung es, sehingga mata rantai yang sulit untuk diputuskan," ungkapnya.

Di Rokan Hilir, kecamatan Bagan Sinembah tercatat sebagai daerah yang paling tinggi tinggi dan beresiko dalam peningkatan HIV/AIDS. Terbanyak ditemukan di daerah Bagan Batu yang merupakan daerah perbatasan antara Rohil dan sumut.

Dari data yang dihimpun, penularaan penyakit kelamin ini disebabkan tertular dari pasangan.

Yang lebih mengejutkan lagi,anak usia 15 tahun juga terdeteksi terjangkit virus mematikan ini.

"Yang mendominasi yaknivumur 15 sampai umur 35. Sebanyak 13 orang meninggal dunia. Jumlah pasien laki-laki lebih banyak. Terjangkitnya anak usia 15 ini disebabkan faktor pergaulan bebas,," papar Berli.

Hal ini tentunya menjadi perhatian serius. Upaya upaya pencegahan pun dilakukan agar anak-anak di usia remaja tak lagi menjadi korban.

"Sekarang semua layanan puskesmas udah ada Promkes untukpenyuluhandi sekolah tentang bahaya penularan HIV AIDS. Ada kerja sama dengan pemerintah setempat dan lintas sektor untuk mengupayakan peningkatan keamanan, seperti memantau tempat tempat hiburan atau hotspot-hotspot yang mendukung tempat berkumpulnya para remaja," sebutnya.

Upaya pencegahan kata Berli tak bisa hanya dilakukan sepihak. Peran semua elemen cukup mendukung sukses tidaknya pencegahan yang dilakukan, seperti lingkungan sekolah.

"Faktor utama adalah orang tua serta keluarga.Komunikasi orang tua terhadap anaknya sangat penting agar terhindar dari bahaya yang mengancam masa depan anak.

Selain fokus menekan dan memutus rantai penyebaran HIV AIDS pada remaja, Diskes Rohil juga membuat berbagai terobosan pencegahan ekstra. Sepertisemua pasien harus dilakukan screening HIV/AIDS di semua layanan kesehatan.

Pencegahan juga dilakukan dengancara memberi edukasi kepada masyarakat tentang penularan HIV AIDS disl semua layanan serta menyuarakan untuk tidak melakukan stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV AIDS. (Yan)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Bahaya HIV/AIDS, Masyarakat Diminta Lebih Peduli

Kesehatan

Kasus HIV di Pekanbaru Mengkhawatirkan, Naik dari 408 Menjadi 474 dalam Setahun

Kesehatan

Tangani HIV-AIDS, Wali Kota Pekanbaru Minta Diskes dan Camat Kolaborasi

Kesehatan

Ancaman HIV di Pekanbaru, Faktanya Mengejutkan

Kesehatan

Parah! 1.151 Kasus HIV di Riau 2024, Didominasi Hubungan Seks Sesama Lelaki