Malaria di Kuala Selat Bertambah Jadi 128 Kasus

Redaksi - Selasa, 15 Oktober 2024 21:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/10/_9585_Malaria-di-Kuala-Selat-Bertambah-Jadi-128-Kasus.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
PEKANBARU- Temuan kasus malaria di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali meningkat. Jika awalnya di daerah ini ditemukan 22 kasus malaria, hingga saat ini temuan kasus malaria di lokasi tersebut menjadi 128 kasus.

Penanggungjawab malaria fungsional epidemiologi madya Dinas Kesehatan Provinsi Riau Musfardi Rustam mengatakan, pasca temuan kasus malaria tersebut, saat ini pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan Inhil telah mendirikan posko kesehatan untuk melayani masyarakat.

"Saat ini total kasus malaria yang ditemukan berjumlah 128 kasus. Itu berdasarkan pemeriksaan di tiga desa sekitar yakni Desa Kuala Selat, Simbar dan Pejuru," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan temuan kasus tersebut pihaknya membentuk posko kesehatan untuk melayani pengobatan masyarakat yang terkena malaria. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan masyarakat yang terkena malaria dalam kondisi parah.

"Kami membentuk posko kesehatan untuk membantu pengobatan masyarakat yang terpapar malaria. Meskipun saat ini belum ditemukan yang kondisinya parah," sebutnya.

Sementara itu, Pj Bupati Inhil Erisman Yahya mengatakan, meningkatnya temuan kasus malaria di Desa Kuala Selat dan beberapa desa disekitarnya tersebut juga akibat pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh di daerah tersebut.

"Kalau temuan kasunya meningkat, itu karena masyarakat yang diperiksa juga semakin banyak. Kalau sebelumnya itu hanya sebagian masyarakat saja," ujarnya.

Pemeriksaan secara menyeluruh kepada masyarakat tersebut dilakukan, untuk mengetahui sejauh mana penyebaran kasus malaria tersebut. Karena dengan diketahuinya masyarakat yang terjangkit, maka pengobatan akan lebih mudah dan tepat sasaran.

"Karena berdasarkan informasi yang kami dapatkan, malaria di Kuala Selat ini termasuk yang mudah menular. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh," sebutnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Januari-April 2026, 12 Orang Meninggal di Riau Akibat DBD

Kesehatan

Per Februari, Malaria di Riau Tembus 238 Kasus

Kesehatan

Bupati Rohil H Bistamam Tinjau Pasien Malaria dan Pimpin Fogging

Kesehatan

Waspada, 17 Warga Riau Meninggal Akibat DBD

Kesehatan

Dalam Empat Bulan 1.471 Kasus DBD di Riau

Kesehatan

Berantas Malaria di Kuala Selat Inhil, Petugas Semprotkan Insektisida