22 Kasus Malaria Ditemukan di Kuala Selat Inhil, Diskes Riau Turunkan Tim

Redaksi - Senin, 30 September 2024 19:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/09/_9583_22-Kasus-Malaria-Ditemukan-di-Kuala-Selat-Inhil--Diskes-Riau-Turunkan-Tim.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
PEKANBARU - Pasca adanya temuan 22 kasus Malaria di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Tim Dinas Kesehatan Provinsi Riau langsung menurunkan tim berkoordinasi dengan tim dinas kesehatan setempat.

Penanggungjawab malaria fungsional epidemiologi madya Dinas Kesehatan Provinsi Riau Musfardi Rustam mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap kasus malaria yang ditemukan di Desa Kuala Selat, Kabupaten Inhil. Dan kasus yang terjadi sudah masuk dalam Kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Tim kita sudah turun ke lokasi melakukan pemeriksaan, dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kasus yang terjadi sudah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB)," kata Musfardi.

Dijelaskannya, pihaknya sudah memberikan rekomendasi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, sebagai dasar untuk penetapan status KLB.

"Kita sudah berikan rekomendasi kepada Pemkab Inhil berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dilokasi, sebagai dasar bagi Bupati untuk mengeluarkan keputusan penetapan status KLB malaria," ucapnya.

Musfardi menyampaikan untuk membantu penanganan kasus malaria di Desa Kuala Selat, pihaknya selama dua hari yakni Sabtu dan Ahad bersiaga penuh di wilayah tersebut guna melakukan survey darah massal.

"Tim kita selama dua hari ini yakni Sabtu dan Ahad bersiaga penuh melakukan survey darah massa di tiga Desa," ujarnya.

"Tim epidemiologi bersama bidan dan kader malaria yang ada disana melakukan pengambilan darah yang merupakan rapid assessment sebagai bagian dari survey epidemiologi, untuk mengetahui perkembangan kasus malaria yang terjadi," tutur Muwardi.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Januari-April 2026, 12 Orang Meninggal di Riau Akibat DBD

Kesehatan

Waspada, 17 Warga Riau Meninggal Akibat DBD

Kesehatan

Dalam Empat Bulan 1.471 Kasus DBD di Riau

Kesehatan

Berantas Malaria di Kuala Selat Inhil, Petugas Semprotkan Insektisida

Kesehatan

Malaria di Kuala Selat Bertambah Jadi 128 Kasus

Kesehatan

Kasus Malaria Ditemukan di Pekanbaru, Dipastikan Bukan Penularan Lokal