Diskusi Bersama APINDO, Wabup Husni Paparkan Keberhasilan Kabupaten Siak Tekan Kasus Stunting

Harijal - Sabtu, 02 Maret 2024 21:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/03/adef28032024_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Diskominfotik Siak

PELALAWAN - Wakil Bupati Siak Husni Merza mengikuti diskusi bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) membahas terkait Kolaborasi Program Percepatan Penurunan Stunting antara Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha, berlangsung di RGE Technology Center, komplek Townsite I PT. RAPP kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (28/2/2024).

Diskusi berlangsung hangat tersebut, Wabup Husni Merza berkesempatan memaparkan capaian yang diraih Pemerintah Kabupaten Siak dalam upaya penurunan angka stunting sejak 2 tahun lalu.

Pemerintah Kabupaten Siak merasa terbantu dengan April Grup saat melakukan aksi konvergensi untuk penurunan angka stunting di Kabupaten Siak.

"Alhamdulillah APRIL melalui Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta terus membantu di beberapa titik yang menjadi locus kami untuk penurunan stunting," kata dia.

Ketua TPPS Kabupaten Siak itu, juga menyebutkan Pemerintah Kabupaten Siak tetap berkomitmen untuk terus tekan kasus stunting dari segala sisi agar angka stunting terus menurun.

"Dari segi anggaran, pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan hal yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan pemberantasan stunting, dari 214 milyar yang dianggarkan di tahun 2023 menjadi 239 milyar untuk tahun 2024 ini," jelasnya.

Husni menambahkan bahwa Pemkab Siak menargetkan angka stunting di Kabupaten Siak berada di bawah angka 5 persen. Menurutnya hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai, karena saat ini ada 1 kecamatan yang hanya memiliki 1 anak stunting. Hal itupun terjadi karena si anak memiliki penyakit bawaan.

"Alhamdulillah dari 122 desa dan 9 kelurahan yang ada, 44 desa sudah zero stunting. Kami yakin dan percaya dengan dukungan APINDO, RAPP, Tanoto Foundation dan mitra mitra APINDO lainnya dapat mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Siak di masa yang akan datang," terangnya.

Wakil Bupati Siak ini juga menjelaskan hal yang masih menjadi tantangan bagi pemerintah yaitu memberikan pemahaman dan edukasi tentang apa itu stunting, karena kebanyakan anak yang terkena stunting bukanlah berasal dari keluarga yang kurang mampu.

"Karena tanggung jawab sebagai kepala daerah yang di beri amanah, kami ingin memproduksi SDM yang berkualitas yang nantinya akan ikut berkontribusi untuk daerahnya dan bangsanya," terangnya.

Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani sangat mengapresiasi usaha dan pencapaian Pemerintah Kabupaten Siak dalam penurunan angka stunting tersebut.

"Kabupaten Siak bisa menjadi contoh untuk daerah lain bagaimana kolaborasi yang baik terjalin antara Pemerintah dengan dunia usaha," kata dia.

"Cerita ini akan kami bawa agar dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk percepatan penurunan angka stunting. Dan mudah mudahan target Pemkab Siak di angka 5 persen tersebut dapat terwujud," pungkasnya.(tim/hms/siak)

Berita Terkait

Kesehatan

24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang

Kesehatan

Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional POSI IPB

Kesehatan

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang

Kesehatan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur

Kesehatan

Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latsarmil

Kesehatan

Siap Berlaga, Utusan Bengkalis pada MTQ ke-44 Riau di Kuansing Tuntas Registrasi Ulang