Kesehatan Masyarakat Nomor 1, Siak Cegah Stunting Dari Hulu Hingga Hilir

Harijal - Rabu, 30 Agustus 2023 21:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/08/d241d0082023_2023_0830_13380100.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Diskominfotik Siak

SIAK, kabarmelayu.com - Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Siak Fauzi Asni menyampaikan kasus stunting tidak mengenal miskin atau kaya, faktanya keluarga kaya pun ditemukan stunting atau tengkes.

“Kader Posyandu kita menemukan kasus seperti itu, dia keluarga ekonomi menengah keatas, karena pola asuh yang salah, setelah di cek anaknya stunting,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Siak Fauzi Asni mewakili Bupati Siak Alfedri saat membuka acara diseminasi dan rencana tindak lanjut audit kasus stunting kabupaten Siak tahun 2023, di ruang Raja Indra Pahlawan, Lantai II, Kantor Bupati Siak, Rabu, (30/8/2023).

Dijelaskannya, kesehatan masyarakat nomor satu, karenanya tertuang dalam misi nomor dua Bupati Siak dan Wakil Bupati Siak, yang berbunyi mewujudkan kualitas SDM yang agamis, unggul sehat dan cerdas.

“Artinya apa, kita berkumpul disini, bersama-sama memikirkan bagaimana kasus tengkes ini, berkurang di kabupaten Siak. Bagaimana kita menyiapkan SDM yang handal, kalau masalah gizi buru, miskin ekstrim dan stunting belum selesai. Kuncinya terdapat pada pendampingan,” kata dia.

Ia heran, di kampung Penyengat nun jauh di sana, tidak ditemukan kasus tengkes atau stunting.

“Kampung Penyengat, kecamatan Sungai Apit itu, tidak ditemukan anak gizi buruk atau stunting. Meskipun mereka makan ikan lomek, namun anak-anak di sana vitamin dan protein cukup. Meraka makan ikan laut,” terangnya.

Dalam pertemuan itu, ia minta kesungguhan para kader posyandu, bidan, penyuluh kesehatan, penghulu dan camat harus terlibat langsung penangganan kasus tengkes di daerahnya.

"Terdapat 4 tahapan yang dapat dilakukan untuk mengatasi lanjutnya kenaikan angka stunting, yaitu dengan membentuk tim audit, pelaksanaan audit, diseminasi dan evaluasi kasus stunting,” sebut Plt Kadis Kesehatan itu.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka stunting di kabupaten Siak, dengan melaksanakan kegiatan terkait dengan tumbuh kembang anak. Melalui edukasi bagi ibu hamil dan menyusui, melalui kunjungan rumah dan rujukan balita stunting.

“Memberi pengetahuan ibu hamil, ASI, edukasi melalui kunjungan rumah dan rujukan balita stunting. Intinya cegah stunting dari hulu ke hilir,” kata dia.

Kepala Puskesmas Kecamatan Mempura dr Liza mengeluhkan sulit memantau anak yang terkena tengkes. Yang nyata-nyatanya stunting tapi mereka susah untuk ke posyandu.

“Kami dihadapkan dengan persoalan, ibu yang memiliki balita engan datang ke posyandu untuk timbang. Bahkan yang terindikasi stunting aja, sulit untuk datang ke posyandu,” singkatnya.(mcs/man/def)

Berita Terkait

Kesehatan

24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang

Kesehatan

Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional POSI IPB

Kesehatan

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang

Kesehatan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Optimalkan Pengelolaan Budidaya Jagung Bersama Kelompok Tani Jambai Makmur

Kesehatan

Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latsarmil

Kesehatan

Siap Berlaga, Utusan Bengkalis pada MTQ ke-44 Riau di Kuansing Tuntas Registrasi Ulang