Waspada! Varian Covid-19 Arcturus Terdeteksi di Indonesia

Harijal - Senin, 17 April 2023 20:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/04/ab0f8f042023_untitled15.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

JAKARTA - Subvarian Covid-19 terus bermunculan hingga kini di dunia. Meski kondisi Covid-19 di Indonesia relatif terkendali lebih dalam 1 tahun terakhir, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama terhadap subvarian baru Covid-19.

Belum lama ini kasus Covid-19 varian XBB.1.16 atau Covid Arcturus sudah terdeteksi di Indonesia, bahkan bukan hanya 1 kasus. "2 kasus (COVID Arcturus)," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan atau Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Kamis 13 April 2023.

Pernyataan soal kasus Arcturus ini disampaikan hanya beberapa jam setelah pernyataan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Lucia Rizka Andalucia menyatakan bahwa Kemenkes belum memiliki data soal kasus ini.

Di luar negeri, subvarian Omicron baru ini diduga menjadi biang kerok penyebab lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan. Satu di antaranya terjadi di India.

Juru bicara atau jubir Kemenkes Mohammad Syahril mengungkapkan, satu dari dua kasus terkonfirmasi varian Arcturus mempunyai riwayat perjalanan luar negeri dari India. Setelah terkonfirmasi positif Covid Arcturus pada Maret 2023, dia menjalani isolasi mandiri. Kini, pasien sudah dinyatakan sembuh.

"Kasus yang kedua adalah perempuan usia 30 tahun. Dia dirawat di rumah sakit karena ada gejala sekaligus nafsu makan turun sehingga diperlukan infus. Dirawat selama 6 hari dan sekarang sudah pulang dan dinyatakan sembuh juga," tutur jubir Kemenkes tersebut.

Adapun Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ngabila Salama mengatakan, kasus pertama varian Arcturus yang pulang dari India melakukan tes usap Polymerase Chain Reaction atau PCR pada 23 Maret 2023. Kemudian kasus kedua, tanggal swab PCR pada 27 Maret 2023.

Bagaimana gejala Covid-19 Arcturus? Bagaimana pula mengenai potensi penyebaran cepat menurut epidemiolog? Simak selengkapnya KLIK DI SINI

Berita Terkait

Kesehatan

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Kesehatan

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Kesehatan

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Kesehatan

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Kesehatan

Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Kesehatan

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan