Petugas Gabungan Temukan 50 Ekor Kerbau di Rohul Terjangkit Gejala PMK

Harijal - Kamis, 14 Juli 2022 10:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2022/07/41b67e072022_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(ded/RE)

ROHUL - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Rokan Hulu, Riau terus bertambah dan meluas, Jumat (13/7/2022). 

Saat ini petugas gabungan terdiri dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul bersama TNI Polri serta BPBD Rohul dan pemerintah Kecamatan Rambah menemukan 50 ekor kerbau tergejala kearah PMK.

"Hari ini ada sebanyak 50 ekor hewan ternak terjangkit gejala PMK," kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul Doni, di Desa Tanjung Belit Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu.

Penyuntikan vitamin dan antibiotik dilakukan petugas gabungan dengan cara dor to dor. Selain itu, petugas gabungan juga rutin memantau perkembangan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), yang menyerang ternak warga salah satunya, dengan memberikan penyuluhan kepada peternak, dan menyalurkan vitamin serta obat-obatan secara gratis.

Di tempat yang sama Babinsa Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR Serda Dedy Nofery Samosir menghimbau warga agar tidak khawatir dan panik.

"Saat ini petugas gabungan sudah memberikan Antibotik dan Vitamin pada kerbau untuk menciptakan kekebalan tubuh pada ternak terhadap penyebaran virus PMK," jelas Serda Dedy Nofery Samosir.

Sementara itu, masih di tempat yang sama Sukarni (52) warga tempatan yang memiliki ternak kerbau menjelaskan, saat ini ada sebanyak enam ekor ternaknya tergejala kearah PMK.

"Ternak saya saat ini ada sebanyak enam ekor tergejala kearah PMK pak. Dimana gejalanya mulutnya mengeluarkan lendir dan kukunya melepuh," jelas Sukarni.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah membantu dalam penanganan dan pencegahan PMK.

"Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan pelayanan kesehatan kepada ternak kami hingga sampai hari ini petugas masih bekerja," tutupnya.(ded)

Berita Terkait

Kesehatan

Pustu Dendan Klarifikasi Soal Biaya Persalinan Rp10 Juta

Kesehatan

Pengembangan Kasus Sabu, Polsek Bonai Darussalam Temukan Senpi Rakitan dan Peluru

Kesehatan

Aktivis Soroti Persoalan Agraria: Masyarakat Jangan Dipersulit

Kesehatan

DPRD Riau Dorong Pembentukan Satgas Solar

Kesehatan

Tekanan Fiskal, RAPBD-P Riau 2026 Fokus Pengendalian Belanja

Kesehatan

Kelompok Tani Duta Tani Tanam Padi Gogo, Dorong Ketahanan Pangan di Pekanbaru