Benarkah Senyawa dalam Ganja Disebut Bisa Cegah Covid-19

Harijal - Minggu, 16 Januari 2022 18:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2022/01/ae2113012022_untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: REUTERS/Chris Wattie

JAKARTA - Baru-baru ini, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nature Products menemukan, ada beberapa senyawa di dalam ganja yang dapat mencegah masuknya virus Covid-19 ke dalam sel manusia.

Studi ini menunjukkan dua senyawa yang biasanya ditemukan di rami, yakni asam cannabigerolic (CBGA) dan cannabidiolic (CBDA), dapat mencegah SARS-CoV-2 memasuki sel yang biasanya melapisi organ dalam dan kulit.

Rami adalah berbagai tanaman cannabis dan berasal dari spesies cannabis sativa L. Tanaman ini mirip dengan ganja, dengan perbedaan yang signifikan. Rami populer karena level TCH yang rendah tidak memungkinkan seseorang menjadi mabuk. Namun, beberapa strain dapat diubah secara ilmiah untuk menghasilkan tingkat TCH yang lebih tinggi.

Ganja rami juga merupakan sumber serat, makanan, dan bahkan pakan ternak. Juga, ekstraknya biasanya ditambahkan ke kosmetik, lotion, suplemen makanan, dan makanan, seperti dikutip dari NBC New York, Minggu (16/1/2022).

Dua senyawa tersebut mampu mengikat protein lonjakan SARS-CoV-2 yang dapat menjadi senjata mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh.

Senada, menurut peneliti dari Oregon State University, kedua kandungan dalam hemp tersebut juga diduga memiliki memiliki potensi untuk memerangi virus corona setelah dilakukan upaya penyaringan kimia.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengikat protein spike yang ditemukan pada virus Covid-19 dan memblokade langkah yang digunakan patogen untuk menginfeksi manusia. Setelah itu, para peneliti menguji efek senyawa terhadap varian alfa dan beta virus di laboratorium.

Kendati demikian, studi ini tidak melibatkan pemberian suplemen kepada orang-orang atau membandingkan tingkat infeksi pada mereka yang menggunakan senyawa tersebut dengan mereka yang tidak.

"Itu berarti menghambat masuk sel, seperti asam dari rami, dapat digunakan untuk mencegah Covid-19 dan juga mempersingkat infeksi dengan mencegah partikel virus menginfeksi sel manusia," jelas pemimpin studi Richard van Breemen, ilmuwan dari Oregon State's Global Hemp Innovation Center, College of Pharmacy, and Linus Pauling Institute.

"Senyawa mengikat protein lonjakan sehingga tidak dapat mengikat enzim ACE2, yang banyak terdapat di membran luar sel endotel di paru-paru dan organ lainnya," tambahnya.

Kedua senyawa ganja tersebut juga sama efektifnya dalam melawan varian alfa dan beta virus corona. Van Breemen berharap temuannya ini akan berlaku untuk varian virus corona lain yang ada dan yang akan datang.

(Sumber: CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Kesehatan

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Kesehatan

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Kesehatan

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Kesehatan

Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Kesehatan

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan