Cegah Kluster Santri di Sekolah, Ini Saran Ahli Epidemiologi Riau

Harijal - Senin, 29 November 2021 10:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/11/320db2112021_cegahklustersantridisekolahin.jpeg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

PEKANBARU - Ahli Epidemiologi Riau, Dr Wildan Asfan Hasibuan menilai, sebenarnya untuk sekolah yang menerapkan asrama relatif lebih aman. 

Sebab mobilitas siswa jauh lebih terkendali dan terbatas di lingkungan sekolah atau asrama. Sehingga lebih mudah dikendalikan.

"Cuma kalau sudah ada satu saja yang terpapar itu akan banyak yang kena, karena mereka tidur bersama, makan bersama," katanya, Senin (29/11/2021).

Wildan menegaskan, sebenarnya yang harus diwaspadai adalah para guru dan orang yang keluar masuk ke luar lingkungan sekolah. Mereka lebih besar terpapar virus karena bergaul dengan banyak orang diluar sekolah.

"Guru, tukang masak, tukang kebun, tukan tidak tidur diasrama, mereka pulang, bertemu banyak orang, itu yang harus diwaspadai, " katanya.

Selain itu, guru dan orang-orang yang keluar masuk asrama, itu harus dilakukan pemeriksaan Swab minimal sekali seminggu. Tujuanya untuk memastikan mereka tidak terpapar Covid-19.

"Supaya yang didalam itu aman, karena cenderung yang membawa virus itukan yang dari luar," katanya.

Selain itu, tracing, tracking dna testing atau 3T juga harus diperbanyak. Setiap orang yang berkontak dengan santri, termasuk guru dan keluarga dari santri yang terpapar itu harus diperiksa. Minimal 14 orang untuk satu orang yang positif. 

Namun yang tidak kalah penting, pihak sekolah harus membatasi orang dari luar yang ingin bertemu dengan siswa atau santri. Termasuk orang tua, agar diberi jarak saat bertemu anak nya diasrama. Sehingga tidak terjadi kontak langsung antara anak dengan orang lain yang berasal dari luar asrama.

"Kelau disekolah umum justru lebih aman, belum ditemukan sejauh ini yang sekolah umum itu ada kluster, sekarang itu yang perlu diwaspadai anak-anak sepulang sekolah, mereka ini kan buka masker, berkumpul, itu kan rawan," ujarnya. (MCR)

Berita Terkait

Kesehatan

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Kesehatan

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Kesehatan

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Kesehatan

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Kesehatan

Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Kesehatan

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan