PEKANBARU - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui adalah mencegah terjadinya penularan COVID-19 pada ibu hamil dan bayinya.
Di samping itu, vaksinasi ini juga bertujuan menurunkan angka kematian dan angka kesakitan ibu hamil dan menyusui supaya tidak tertular dengan COVID-19.
"Jadi untuk mengamankan ibu hamil dan bayinya dari COVID-19, Alhamdulilah untuk Provinsi Riau kita mulai pada hari ini, " katanya dalam acara pencanangan vaksin COVID-19 yang diselenggarakan POGI Riau bersama Pemprov Riau di Aula Serbaguna RSUD Arifin Achmad, Selasa (31/8/2021).
Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Riau dan RSUD Arifin Achmad yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui ini.
Ia berharap dengan adanya gerakan dari POGI Riau, semua ibu-ibu hamil dan ibu-ibu menyusui di Provinsi Riau dapat divaksinasi sehingga ibunya sehat dan tentunya bayinya juga lahir dengan sehat.
"Terima kasih juga kepada ibu Wakil Ketua PKK Riau yang sudah hadir dalam kegiatan ini, PKK memiliki peran penting mensukseskan kegiatan vaksinasi bagi ibu-ibu," ujarnya.
Karena kader PKK sangat banyak hingga ke tingkat desa, Mimi berharap agar kader PKK dapat membantu pemerintah mensosialisasikan manfaat vaksinasi kepada masyarakat sehingga mau mengikuti kegiatan vaksinasi ini.
"Berharap nanti ini semua bisa dilaksanakan juga di kabupaten/kota," ujarnya.
Mimi menyampaikan bahwa untuk sasaran vaksinasi di Provinsi Riau sendiri, 70 persen dari jumlah penduduk 6,4 juta jiwa atau sekitar 4,4 juta jiwa harus divaksinasi untuk mendapatkan herd immunity.
Untuk saat ini vaksinasi pertama sudah dilaksanakan sekitar 22,6 persen dari jumlah penduduk, dan untuk vaksinasi kedua sekitar 15,8 persen. Yang mana menurutnya ini masih jauh dari angka yang diinginkan.
"Dan tentu harapan kita di Desember ini bisa mencapai angka 70 persen," ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa untuk bulan Agustus, ketersediaan vaksinasi dan pendistribusiannya sudah cukup rutin. Namun memang jumlahnya yang masih terbatas, dengan tahapan pendistribusiannya dari Kementerian Kesehatan RI sudah berlangsung setiap minggu vaksin dikirimkan.
"Kita berharap pelaksanaan vaksinasi ini bisa kita laksanakan mencapai target yang sudah ditentukan," ungkapnya. (MCR)