PEKANBARU - Kasus penambahan pasien terkomfirmasi positif di Provinsi Riau semakin mengkhawatirkan. Hampir setiap hari terjadi penambahan diatas 400 kasus. Untuk hari ini, Jumat (24/4), terdapat penambahan sebanyak 477 kasus positif. Sehingga total kasus positif di Riau tercatat 40.869 kasus.
Adapun daerah sebaran kasus positif COVID-19 di Riau yaitu, Pekanbaru tercatat 173 kasus, Bengkalis 40 kasus, Inhil 7 Kasus, Inhu 12 kasus, Kampar 24 kasus, dan Kepulauan Meranti 19 kasus. Kemudian, Dumai 31 kasus, Kuansing 10 kasus, Pelalawan 19 kasus, Rohil 37 kasus, Rohul 61 kasus, Siak 27 kasus dan provinsi lain tercatat 17 kasus.
Selain penambahan kasus positif, pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Riau juga bertambah sebanyak 11 orang meninggal, total 1.007 orang meninggal akibat COVID-19. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah sebanyak 242 orang, total 36.305 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, selagi masyarakat tidak patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan, maka akan tetap kasus terkomfirmasi positif mengalami kenaikan. Selain itu pemerintah daerah melalui Satgasnya lebih ketat dalam pengawasan kasus positif.
“Tidak ada jalan lain lagi, masyarakat patuhi protokol kesehatan. Bagi Kabupaten Kota, pengawasan di lapangan harus ditingkatkan, kami setiap hari mengingatkan kepada masyarakat, patuhi protokol kesehatan. Sekarang ini lihat saja di lapangan, ada tidak pengawasan yang ketat dari pemerintah setempat, masih banyak yang abai,” ujar Mimi Yuliani Nazir, Jumat (23/4) di Pekanbaru.
Disinggung mengenai adanya mutasi kasus COVID-19, menjadi virus B117, Mimi Yuliani belum bisa memastikannya. Karena pihaknya masih menunggu perkembangan dari Kementrian Kesehatan terkait dengan pemeriksaan sample yang dikirimkan ke Kementrian kesehatan.
“Nah ini yang kita belum tau, tapi kita sudah meminta kepada Kementrian Kesehatan untuk memeriksa sample. Apakah masuk dalam mutasi COVID-19 ke B117. Tapi yang jelas memang penyebarannya untuk kasus di Riau saat ini cukup cepat, terutama klaster keluarga. Dalam satu keluarga, jika terpapar COVID-19, bisa kena semua,” ungkap Mimi.(MCR)