Banyak Keringat Saat Olahraga Belum Tentu Kalori Terbakar

Harijal - Jumat, 21 Agustus 2020 21:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/9ef783082020_untitled13.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: iStockphoto/Doucefleur)
Ilustrasi: Keringat melimpah saat olahraga belum tentu jadi cermin lebih banyak kalori terbakar atau olahraga sudah tepat. Sebab keringat banyak itu beragam faktornya.

JAKARTA - Bagi sebagian orang, tubuh basah akibat keringat setelah olahraga memang jadi kepuasan tersendiri. Anggapannya, makin banyak keringat berarti olahraga yang dilakukan sudah cukup keras sekaligus banyak membakar kalori.

Padahal, olahraga yang baik tidak menuntut Anda untuk berkeringat.

Lindsay Baker, Sweat Expert sekaligus ilmuwan di Gatorade Sport Science Institute menjelaskan ada banyak faktor yang mempengaruhi produksi keringat seseorang.

Pertama, intensitas. Ini hanya salah satu faktor Anda berkeringat. Makin intens atau keras olahraga yang dilakukan maka makin besar panas yang dihasilkan tubuh.

Baker menyebut, panas memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak keringat.

Keringat merupakan mekanisme pendinginan tubuh. Saat panas tubuh meningkat, kelenjar keringat memproduksi cairan di permukaan kulit.

Kedua, faktor genetik, berupa jenis kelamin dan berat badan. Orang dengan massa tubuh besar cenderung berkeringat lebih banyak karena mereka perlu usaha lebih untuk melakukan gerakan daripada orang dengan massa tubuh kecil.

Ketiga, lingkungan. Kondisi lingkungan turut mempengaruhi keringat Anda, termasuk kondisi temperatur juga kelembapan. Keduanya menentukan seberapa cepat keringat berevaporasi dan meninggalkan keringat yang bisa Anda rasakan dan lihat.

"Seberapa kelihatan keringat di kulit Anda tergantung dari banyak faktor. Di luar udara kering, berangin, Anda mungkin banyak berkeringat tapi tidak sadar," kata Baker dikutip dari Insider.

Anda tidak perlu khawatir jika tidak banyak berkeringat. Dalam risetnya terhadap ratusan atlet, rata-rata jumlah keringat sekitar 1 liter per 1 jam latihan. Jumlah ini pun bisa sangat bervariasi mulai dari setengah liter hingga 3 liter atau lebih.

Perlu diingat, keringat hanya salah satu faktor untuk menilai pengalaman olahraga, dan bukan jadi satu-satunya.

Satu hal yang tidak boleh Anda tinggalkan adalah menjaga kecukupan cairan. Berkeringat membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Anda perlu segera mengganti cairan dan elektrolit dengan minum air baik sebelum atau setelah berolahraga.

"Banyak atlet yang tidak memikirkan minum dan hidrasi selama seharian hingga terlambat dan mereka harus mengejar kekurangan cairan. Ini sangat penting untuk hidrasi selama 24/7 dan mulai olahraga dalam kondisi terhidrasi," ia menyarankan.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing

Kesehatan

Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan

Kesehatan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen

Kesehatan

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Kesehatan

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Kesehatan

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi