Studi: Masker Jadi Cara Terbaik Menekan Penularan Covid-19

Harijal - Minggu, 14 Juni 2020 22:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/06/354c2c062020_untitled17.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ilustrasi: Studi terbaru mengungkap bahwa penggunaan masker merupakan cara paling efektif menekan penyebaran dan penularan virus corona.

JAKARTA - Studi terbaru tim peneliti di Texas dan California menemukan bahwa penggunaan masker merupakan cara paling efektif mengurangi penyebaran virus corona. Penelitian baru yang diterbitkan di Proceedings of The National Academy of Sciences itu membandingkan tren tingkat infeksi Covid-19 di Italia dan New York sebelum dan setelah penerapan kebijakan wajib pakai masker.

Para peneliti menghitung bahwa pemakaian masker bisa mencegah lebih dari 78 ribu orang di Italia terinfeksi virus corona sepanjang 6 April hingga 9 Mei dan, lebih dari 66 ribu orang di New York antara 17 April hingga 9 Mei.

"Penggunaan masker di ruang publik menunjukkan kesesuaian dengan langkah pencegahan yang paling efektif untuk menghindari penularan antar-manusia, dan ini langkah yang tak mahal, asalkan diikuti dengan karantina dan pemenjaraan sosial serta pelacakan kontak yang simultan," tulis peneliti dikutip dari CNN.

Melalui studi tersebut, para peneliti mengukur efektivitas pelbagai strategi untuk menghentikan penyebaran virus yang hingga Minggu (14/6) menginfeksi lebih 7,7 juta orang di dunia. Virus penyebab Covid-19 ini menular melalui percikan liur atau droplet ketika kontak langsung, atau bersin dan batuk dari orang yang terinfeksi.

Untuk menentukan metode penularan yang utama, para peneliti menganalisis tren tingkat infeksi di tiga pusat pandemi antara lain Wuhan di China, Italia dan Kota New York. Mereka mengalami langkah-langkah mitigasi yang digunakan masing-masing negara seperti pengujian ekstensif, karantina, pelacakan kontak, penerapan jarak fisik hingga perintah wajib menggunakan masker.

Para peneliti lantas membandingkan waktu kapan langkah pencegahan itu diterapkan. Di China, seluruh langkah itu diberlakukan pada saat yang bersamaan. Sedangkan di Italia dan New York pelbagai upaya pencegahan itu dilakukan pada waktu yang berbeda-beda.

Tim peneliti menemukan tingkat infeksi di Italia dan Kota New York baru melambat setelah kebijakan pemakaian wajib masker diberlakukan, bukan ketika penguncian wilayah (lockdown) diterapkan.

"Penutup wajah atau masker mencegah penularan melalui udara dengan menghalangi virus yang terbawa aerosol dan mencegah transmisi kontak melalui tetesan droplet," terang peneliti lagi.

Kendati begitu penerapan kebijakan wajib pakai masker tetap harus dibarengi dengan menjaga jarak, karantina dan isolasi mandiri, perilaku hidup bersih dan sehat seperti memastikan kebersihan tangan, dan pelacakan kontak. Tim riset ini terdiri atas lima peneliti dari Texas A&M University, University of California dan, California Institute of Technology.

Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing

Kesehatan

Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan

Kesehatan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen

Kesehatan

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Kesehatan

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Kesehatan

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi