7 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Stres

Harijal - Sabtu, 16 Mei 2020 17:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/cef1f4052020_untitled20.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Milada Vigerova)
Ilustrasi. Dalam kondisi stres, tubuh memberikan respons dengan cara yang berbeda-beda.

JAKARTA - Banyak beraktivitas di luar rumah membuat Anda berisiko tertular Covid-19. Namun, terlalu lama berada di rumah juga membuat Anda rentan terhadap stres.

Pilihan terbaik saat ini adalah tetap berada di rumah demi menekan penyebaran penularan infeksi virus corona. Stres yang dirasakan saat berada di rumah dapat diatasi dengan berbagai cara.

Stres timbul akibat perasaan terancam yang ada dalam diri. Saat otak mendeteksi sesuatu yang berbahaya, tubuh akan mengeluarkan mekanisme sistem pertahanan.

Ancaman tersebut bisa datang dalam beragam bentuk. Namun, sayangnya tubuh tak bisa membedakan ancaman-ancaman tersebut. Secara psikologis, setiap ancaman akan direspons tubuh dengan cara yang sama.

Masing-masing bagian tubuh sendiri umumnya memiliki respons berbeda terhadap stres. Anda hanya perlu mengenal dan mempelajari cara menghadapinya.

Berikut hal-hal yang terjadi pada tubuh saat Anda merasa stres, melansir Live Strong.

1. Indera semakin tajamStres memicu pelepasan hormon dan zat kimia otak. Dua dari beberapa hormon itu dikenal dengan adrenalin dan kortisol.

Adrenalin masuk ke pembuluh darah, membuatnya makin lebar sehingga oksigen lebih banyak masuk otak. Efeknya, Anda semakin waspada dan bisa menajamkan indera seperti pengecap, penciuman, dan pendengaran.

2. Otot tegangStres menimbulkan ketegangan pada otot. Seseorang tanpa sadar akan merasakan tegang pada rahang dan tangan yang mengepal saat stres. Di saat seperti ini, otot bersiap untuk tindakan cepat demi menghindari ancaman.

American Psychological Association menyebutkan, ketegangan otot bisa menimbulkan masalah lain seperti sakit kepala, sakit leher, sakit punggung, hingga cedera jangka panjang. Ada juga yang mengalami masalah gigi akibat kebiasaan menggertak gigi akibat stres.

3. Susah mengingatStres berkaitan dengan isu kognitif. Pada studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada 2018 lalu menyebut, orang berusia muda dan dewasa dengan kadar kortisol tinggi lebih cenderung mengalami masalah ingatan dan volume otak yang mengecil.

Ilustrasi. Setiap bagian tubuh memberikan respons yang berbeda-beda saat Anda berada dalam kondisi stres. (Istockphoto/Tunatura)

Stres juga berpengaruh terhadap suasana hati. Di satu sisi, stres bisa membuat seseorang malas dan enggan mengerjakan sesuatu. Tapi di sisi lain, stres juga bisa mengakibatkan semangat seseorang semakin terpompa.

4. JerawatStres turut memengaruhi organ terbesar tubuh, yakni kulit. Tinjauan yang diterbitkan dalam Inflammation & Allergy Drug Targets mencatat, stres dapat memicu inflamasi seperti psoriasis, eksim, dan jerawat. Stres juga bisa membuat penyembuhan luka jadi membutuhkan waktu lama.

5. Detak jantung cepatJantung merespons stres dengan bekerja lebih keras akibat kenaikan tekanan darah.

Pada beberapa kasus, respons seperti ini bisa berujung pada masalah kardiovaskular. Kasus broken heart syndrome, misalnya, yang merupakan kondisi serangan jantung yang timbul akibat peristiwa menyedihkan.

Dalam jangka panjang, stres bisa lebih berbahaya buat jantung dan pembuluh darah. Kenaikan hormon stres bisa berakibat pada tekanan darah tinggi kronis dan berujung pada kekakuan arteri, gagal ginjal, dan gangguan fungsi seksual.

6. Imunitas dan pencernaan tergangguHormon kortisol yang makin meroket bisa berpengaruh pada sistem imun tubuh. Tubuh pun jadi lebih rentan terhadap penyakit.

Tak hanya itu, masalah juga timbul pada pencernaan. Produksi hormon berlebih bisa masuk ke usus dan merusak mikroflora alami usus. Akibatnya timbul diare, konstipasi, dan sakit perut.

7. Berat badan turunDalam beberapa kasus, stres bisa menekan nafsu makan. Stres juga secara tidak langsung membuat berat badan turun.

Namun, di luar itu, ada pula kondisi stres yang menyebabkan seseorang justru makan dalam porsi berlebih. 

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing

Kesehatan

Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan

Kesehatan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen

Kesehatan

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Kesehatan

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Kesehatan

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi