Studi: Tak Ditemukan Virus Corona di Air Mata

Harijal - Minggu, 05 April 2020 10:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/04069f042020_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Istockphoto/GCShutter)
Ilustrasi. Studi menyebut tidak ditemukan virus corona di air mata.

JAKARTA - Hasil studi Perhimpunan Akademi Dokter Mata Amerika Serikat (American Academy of Ophthalmology/AAO) menilai kemungkinan virus corona menular lewat air mata sangat kecil.

Berdasarkan penelitian AAO yang dirilis pada 25 Maret, tidak ada pasien Covid-19 yang mengalami mata merah atau konjungtivitis pada awal penelitian. Selama penelitian, hanya satu orang yang mengalami konjungtivitis.

Para peneliti, Rupesh Agrawal serta Ivah Seah bersama Pusat Nasional untuk Penyakit Menular, mengambil sampel air mata 17 pasien positif Covid-19 saat mereka mulai menunjukkan gejala dan pulih sekitar 20 hari kemudian.

Sampel tersebut kemudian melewati RT-PCR untuk mendeteksi ekspresi gen, diagnosis identifikasi agen infektif serta penyakit. Hasilnya, mereka tak mendeteksi virus corona (SARS-CoV-2) dalam air mata pasien saat menjalani perawatan selama dua minggu.

Tim Pusat Nasional untuk Penyakit Menular juga melakukan hal serupa sambil mengambil sampel dari belakang hidung dan tenggorokan dalam periode yang sama. Hidung dan tenggorokan pasien dipenuhi virus corona, sementara air mata bersih.

"Penulis penelitian menyimpulkan temuan mereka yakni hanya 1-3 persen yang mengalami mata merah. (Ini) menunjukkan risiko penularan virus melalui air mata rendah," tulis studi tersebut.

Dalam studi itu, mereka juga mengutip hasil studi yang dilakukan di China. Dari 30 pasien Covid-19 hanya satu orang yang mengalami peradangan mata (konjungtivitis) dan sampel air mata pasien dinyatakan positif.

Dokter mata tetap berhati-hati

Kendati demikian, AAO per 3 April mengimbau dokter untuk lebih berhati-hati ketika mengecek mata pasien. Dokter mata dianjurkan mengenakan proteksi mulut, hidung, dan mata saat memeriksa pasien yang berpotensi positif Covid-19.

"Beberapa laporan menunjukkan virus yang menyebabkan konjungtivitis folikularis ringan tidak dapat dibedakan dengan virus lainnya," tulis hasil studi.

Imbauan itu diberikan untuk mencegah penularan melalui kontak fisik seperti terkena semprotan dari batuk dan bersin yang mengandung partikel virus masuk ke dalam mata atau menyentuh barang dan kemudian menyentuh mata.

Mereka juga mengatakan virus corona sangat rentan dengan desinfektan yang selama ini dipakai dokter spesialis. Sehingga, dokter mata diminta untuk menggunakan desinfektan tersebut untuk membersihkan peralatan dan tempat sebelum dan setelah memeriksa pasien.

Terpisah, Dokter mata Rina La Destria dari RSCM Kirana juga mengatakan mengikuti imbauan perhimpunan dokter mata AS dengan menghindari pemeriksaan non-contact tonometers, pemeriksaan tekanan bola mata dengan teknik penyemprotan udara yang bisa membuat air mata.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Dukung Kesejahteraan Masyarakat, Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Dampingi Pemberian Sembako Bagi Warga Kurang Mampu

Kesehatan

Niat Tulus Andi Saing Bangun Desa Teluk Sono, Gayung Bersambut dengan Masyarakat Luas

Kesehatan

Kesebelasan UPT SDN 024 Tarai Bangun Sabet Juara II Kejuaraan Sepakbola Pulau Bayur 2026 Antar SSB Se-Riau

Kesehatan

MTQ Pebatuan Resmi Dibuka, 101 Kafilah Perebutkan Piala Bergilir

Kesehatan

Kualitas Udara Pekanbaru Level Berbahaya!

Kesehatan

TNI Gelar Pameran Alutsista Tiga Matra di Silang Monas