Waspada DBD, Kadiskes Pelalawan Sebut Tahun Ini Puncak Siklus Demam Berdarah 5 Tahunan

Harijal - Kamis, 20 Oktober 2016 14:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/10/6cb5c4102016_waspadadbd.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
zul/riaueditor.com
Kadiskes Pelalawan dr Endid R Pratiknyo

PELALAWAN, kabarmelayu.com - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan dr Endid R Pratiknyo menyebutkan bahwa pada tahun 2016 ini merupakan puncak siklus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan peningkatan jumlah kasus penyakit tersebut di sejumlah daerah.

Masyarakat pun diimbau waspada dan aktif mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menularkan penyakit tersebut. Berdasarkan data yang ada, kasus demam berdarah naik setiap lima tahun sekali.

"Masyarakat diminta lebih waspada dikarenakan sejak awal 2016 sudah masuk puncak siklus DBD 5 tahunan. Untuk Kabupaten Pelalawan sejak awal Januari hingga pertanggal 19 Oktober 2016 sudah terdapat 83 kasus DBD," papar Kadiskes kepada wartawan, Kamis (20/10/2016).

Disinggung soal meningkatnya kasus DBD pada tahun ini, Kadiskes menyebutkan pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi dengan meminta kepada seluruh sentra pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik dan rumah sakit sejak awal Januari 2016 untuk Lebih waspada dan melakukan pengawasan terhadap gejala dan kasus DBD dan tentunya melakukaan penyuluhan akan bahaya DBD.

Termasuk dalam perawatan pasien DBD, penanganannya juga dilakukan dengan intensif dan penanganan khusus. "Jika tidak diantisipasi sejak awal, maka kasus DBD di Pelalawan bisa diangka 200 Lebih kasus DBD. Ini kita sudah lakukan upaya untuk menekan kasus DBD di Pelalawan," papar dr Endid.

Status DBD di Pelalawan saat ini yang telah memakan korban bocah 7 tahun di Ibukota Pangkalan Kerinci, Kadiskes menyampaikaan belasungkawanya. Memang sudah dibawa puskesmas dan pihak puskesmas akan melakukan peninjauan lokasi namun sudah didapat kabar dari keluarga bahwa anaknya yang terkena DBD sudah meninggal.

"Status kita adalah waspada DBD, ada tentunya kriteria untuk ditingkatkan menjadi status Kondisi Luar Biasa (KLB) seperti tahun 2011 di Desa Langkan Langgam yang pada saat Itu Jumlah kasus DBD tinggi daan menyebabkan 3 warga meninggal," ungkapnya.

Kembali dr Endid, mengajak masyarakat pro aktif untuk membawa keluarganya yang terserang penyakit seperti demam, panas tinggi, pilek lainnya ke sentra pelayanan kesehatan masyarakat ke puskesmas, klinik atau rumah sakit. Diskes juga sudah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk tetap siaga 1x24 jam," paparnya.

Kadiskes juga meminta  warga kembali ke pola hidup sehat dan gotong royong. Terutama sekali gerakan 3 M plus yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Sedangkan plus yakni antisipasi seperti menggunakan lotion anti nyamuk, racun nyamuk atau menggunakan kelambu," tutupnya. (rec)

 

Berita Terkait

Kesehatan

Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine

Kesehatan

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kesehatan

Polres Kampar Tertibkan PETI di Aliran Sungai Subayang, 3 Rakit Diamankan

Kesehatan

Sekda Inhil Pimpin Gotong Royong Gerakan Jumat Bersih

Kesehatan

Api Masih Menyala di Tanjung Kapal, Alat Berat Dikerahkan

Kesehatan

Jumlah Lulusan SMP/MTs di Riau 103 Ribu, Daya Tampung SMA/SMK 122 Ribu