Minyak Zaitun dalam Menu Harian Tekan Risiko Penyakit Jantung

Harijal - Jumat, 20 Maret 2020 06:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/03/151af7032020_untitled11.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(stevepb/Pixabay)
Ilustrasi. Penelitian terbaru menemukan, mengganti mentega dan mayones dengan minyak zaitun dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan arteri koroner.

JAKARTA - Salah satu poin inti dari diet Mediterania adalah penggunaan minyak zaitun dalam menu makan harian. Studi terbaru menunjukkan, asupan minyak zaitun dapat menurunkan risiko kardiovaskular.

Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association pada Rabu (4/3) itu menegaskan manfaat konsumsi minyak zaitun untuk tubuh. Mengganti 5 gram margarin, butter, atau mayones dengan minyak zaitun dalam jumlah yang sama dapat menurunkan risiko penyakit arteri koroner hingga 7 persen.

"Jangan menambahkan minyak zaitun ke menu makan harian Anda, tapi ganti," ujar penulis studi sekaligus ahli nutrisi Harvard T.H Chan School of Public Health, Frank Hu, melansir CNN.

Yang perlu dicatat adalah bahwa Anda perlu mengganti asupan lemak tak jenuh--yang umumnya terdapat dalam jenis minyak lainnya--dengan minyak zaitun. Minyak zaitun dipercaya dapat meningkatkan kadar kolesterol baik, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Tak hanya itu, penelitian juga menemukan, asupan minyak zaitun lebih dari 7 gram atau setengah sendok makan sehari dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah sebesar 15 persen. Namun, penggunaan minyak zaitun tampaknya tak berdampak pada risiko stroke.

Sebelumnya, sebuah studi besar terhadap lebih dari 7 ribu orang pada 2013 lalu menemukan bahwa konsep diet Mediterania dikombinasikan dengan asupan minyak zaitun ekstra virgin selama 5 tahun dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih rendah sebesar 30 persen.

Lihat juga: Daftar Diet Terbaik yang Bisa Jadi Pilihan pada Tahun 2020Selain itu, asupan minyak zaitun juga dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif dan membantu mengendalikan berat badan.

Sebuah penelitian di Australia pada 2018 menemukan, minyak zaitun ekstra virgin lebih stabil secara kimiawi pada suhu tinggi daripada minyak goreng lainnya. Minyak canola disebut sebagai yang paling tidak stabil dan dapat menciptakan senyawa berbahaya dua kali lebih banyak daripada minyak zaitun ekstra virgin.

"Mari kita bicara tentang perubahan dalam pola makan," kata Hu. Alih-alih menggunakan mentega untuk roti, lanjut dia, lebih baik celupkan roti ke dalam minyak zaitun. Atau, Anda juga bisa menggunakan campuran minyak zaitun dan cuka sebagai teman menikmati salad.

"Perubahan kecil ini memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dalam jangka panjang," pungkas Hu.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Kesehatan

Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing

Kesehatan

Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan

Kesehatan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen

Kesehatan

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Kesehatan

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Kesehatan

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi